Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sisa Zaman Purba di Kampung Dolmen Bondowoso, Warisan Megalitikum yang Tersimpan di Kampung Dolmen, SEPERTI APA BENTUKNYA?

Radar Digital • Rabu, 4 September 2024 | 12:45 WIB
TERBESAR: Satu-satunya batu dolmen terbesar di Jawa Timur bisa dijumpai di Dusun Krasak, Desa Maskuning Kulon, Pujer. Situs megalitikum Maskuning Kulon menjadi salah satu culture site Ijen Geopark.
TERBESAR: Satu-satunya batu dolmen terbesar di Jawa Timur bisa dijumpai di Dusun Krasak, Desa Maskuning Kulon, Pujer. Situs megalitikum Maskuning Kulon menjadi salah satu culture site Ijen Geopark.

 

Radar Jember - Di Bondowoso, ada sebuah desa yang menarik perhatian para pecinta sejarah dan arkeologi. Desa ini bernama Maskuning Kulon, yang lebih dikenal dengan julukan Kampung Dolmen.

Julukan ini tidak muncul begitu saja. Di desa ini, terdapat banyak peninggalan zaman prasejarah, terutama kubur dolmen yang tersebar di berbagai sudut desa.

Dolmen adalah struktur batu yang digunakan oleh masyarakat prasejarah sebagai tempat pemujaan roh leluhur dan sekaligus sebagai kuburan.

Di Kampung Dolmen, terdapat lebih dari 60 dolmen yang telah terdata, meski jumlah sebenarnya diperkirakan lebih banyak.

Dolmen-dolmen ini kebanyakan menghadap ke arah timur dan tenggara, yaitu ke arah gunung-gunung yang dianggap suci oleh masyarakat pada masa itu.

Menurut Tantri Raras Ayuningtyas, seorang sejarawan dan Ketua Ijen Geopark Bondowoso, masyarakat prasejarah yang tinggal di kawasan ini masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.

Mereka percaya bahwa gunung adalah tempat bersemayamnya roh leluhur. Oleh karena itu, dolmen-dolmen ini sering kali diorientasikan menghadap ke gunung, sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan.

Secara geografis, Desa Maskuning Kulon terletak di antara dua gunung, yaitu Gunung Ijen Purba di timur dan Pegunungan Argopuro di barat.

Lokasi ini semakin menegaskan pentingnya dolmen-dolmen tersebut dalam kehidupan masyarakat prasejarah di sana.

Dolmen-dolmen di Kampung Dolmen terbuat dari batuan andesit basaltis, yang diperkirakan berasal dari letusan Gunung Ijen Purba sekitar 70 ribu tahun yang lalu.

Batu-batu ini disusun membentuk meja batu dengan penyangga yang juga terbuat dari batu.

Bagian bawah dolmen berfungsi sebagai tempat perlindungan mayat dari ancaman binatang buas.

Selain dolmen, di Kampung Dolmen juga terdapat berbagai peninggalan megalitikum lainnya, seperti batu silindris dan batu dakon.

Semua peninggalan ini menunjukkan betapa kayanya warisan budaya prasejarah di Bondowoso.

Bondowoso, yang dikenal sebagai Kota Tape, ternyata menyimpan banyak situs megalitikum yang tersebar di berbagai kecamatan.

Tidak heran jika Bondowoso sering disebut sebagai "kota seribu megalitik." Bagi mereka yang ingin menjelajahi sejarah dan budaya masa lalu, Kampung Dolmen di Bondowoso adalah destinasi yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Di sana, kita bisa menyusuri lorong waktu dan merasakan kehadiran masa prasejarah yang masih hidup hingga saat ini.

 

Editor : Radar Digital
#megalitikum #Bondowoso