Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pordasi Keluhkan Perhatian Pemkab Bondowoso, Gelar Bupati Cup Persiapan Porprov

Radar Digital • Senin, 5 Agustus 2024 | 18:39 WIB
MELAJU: Salah seorang joki kuda saat memacu kudanya dalam gelaran Bupati Cup 2024, Minggu (4/8) kemarin. (HILMI BASKORO/RADAR IJEN)
MELAJU: Salah seorang joki kuda saat memacu kudanya dalam gelaran Bupati Cup 2024, Minggu (4/8) kemarin. (HILMI BASKORO/RADAR IJEN)

PANCORAN, Radar Ijen - Lagi-lagi keluhan tentang dunia olahraga Bondowoso datang dari salah satu cabang olahraga (cabor). Kali ini giliran Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Bondowoso yang angkat suara. Cabang olahraga yang sudah diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) ini berharap Pemkab Bondowoso lebih serius memberdayakan insan olahraga.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pordasi Bondowoso Abdul Fatah, Minggu (4/8) kemarin. Dalam gelaran Bupati Cup 2024, pria yang juga mantan kepala desa tersebut mengatakan, Pemkab Bondowoso harus  memperhatikan pejuang olahraga. "Sampai saat ini saja bonus untuk atlet-atlet itu belum," ungkapnya saat diwawancara di tengah lapangan kuda Desa Pancoran.

Fatah menilai, salah satu penyebab kurangnya perhatian Pemkab Bondowoso terhadap dunia olahraga adalah minimnya pejabat yang menyukai olahraga. "Pejabatnya tidak ada yang hobi olahraga. Sehingga olahraga kurang diperhatikan," tuturnya.

Fatah berpendapat, olahraga tidak hanya sebatas olahraga semata. Namun, juga dapat berdampak terhadap sektor lainnya. Termasuk perekonomian dan pariwisata atau yang biasa disebut ekonomi kreatif dan sport tourism. "Kami pinginnya pemerintah daerah memperhatikan. Ini berdampak positif kepada UMKM dan wisata," ungkap Fatah.

Dia juga menyoroti kurangnya perhatian peternakan kuda di Bondowoso. Padahal dia menilai Bondowoso juga berpotensi dalam peternakan kuda, bukan hanya sapi dan kambing. "Sekarang kuda-kuda asli Bondowoso diambil teman-teman dari luar. Kami juga berharap ternak kuda juga lebih diperhatikan," imbuhnya.

Pada gelaran pacuan kuda bertajuk Bupati Cup kali ini, Fatah menyebutkan, setidaknya ada 63 ekor kuda yang dipertandingkan. Semua kuda itu berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur bahkan Bali. "Rata-rata jokinya masih pelajar. Kelas satu SMA. Ada juga yang masih SMP," tutur Fatah.

Dia menambahkan, event semacam itu akan menjadi gelaran tahunan. Hal ini juga menjadi momen mempersiapkan atlet potensial Bondowoso untuk berlaga di Porprov nanti. Sebab, Pordasi Bondowoso menargetkan beberapa juara. Saat ini, ada 15 orang anggota Pordasi Bondowoso. Sementara, kuda yang siap tanding ada delapan ekor. (hlb/c2/bud)

 

Editor : Radar Digital
#Pacu Kuda #Bondowoso