KADEMANGAN, Radar Ijen - Baru-baru ini beredar pesan suara cukup viral mengenai gejolak politik di media sosial warganet Bondowoso. Pesan suara itu diduga mirip Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Bondowoso KH Salwa Arifin. Suara dalam voice note tersebut menyatakan akan patuh kepada keputusan Pondok Pesantren Sukorejo Situbondo. Ia mengaku sangat menerima keputusan Pondok Pesantren Sukorejo yang telah menunjuk Kiai As'ad Yahya Syafi'i jika disandingkan dengan Kiai Abdul Hamid Wahid pada Pilkada Bondowoso 2024.
Pesan suara yang diduga Kiai Salwa itu mengatakan bahwa dia akan siap menjalankan perintah. "Saya jika sudah ada titah atau perintah dari beliau (pesantren Sukorejo, Red) pengasuh, saya 100 persen manut dan tunduk kepada beliau. Saya akan menggerakkan semua kepengurusan di DPC PPP untuk kemenangan Ra As'ad, dan kepada beliau tidak akan menolak, jika sudah keinginan dari beliau," bebernya.
Bahkan dia bersedia mengerahkan seluruh pengurus PPP mulai dari DPC, PAC, hingga ranting untuk memenangkan pasangan calon tersebut. "Menginstruksikan kepada semua jajaran pengurus PPP mulai dari DPC , PAC, dan ranting, supaya semua bergerak untuk memenangkan Lora As'ad. Jika ada hal yang kurang berkenan, mohon maaf kepada semua teman-teman. Saya merasa bersalah dan dosa besar jika ada yang kurang berkenan. Jadi, hanya itu yang bisa saya sampaikan," tutupnya.
Ketua Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) Bondowoso Syaiful Bahri pun menanggapi beredarnya pesan suara tersebut. Menurutnya, jika sudah ada perintah dari ketua DPC, maka selayaknya harus dijalankan. "Itu bentuk dan sikap ketua (Kiai Salwa, Red)," ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi jawaban atas kebuntuan dari sikap internal PPP selama ini. Pernyataan itu dinilai sebagai langkah mengikuti dawuh atau perintah dari kiblat politik partai yang berlambang Kakbah tersebut. "Memang mengikuti apa yang menjadi patron politik kami, yaitu pesantren Sukorejo," katanya.
Pria yang akrab disapa Gus Syef itu juga mengatakan penyebab terjadinya kebuntuan di tubuh internal PPP Bondowoso selama ini. Sebab, selama ini memang tidak ada pernyataan sikap apa pun dari Kiai Salwa. "Sejak dulu setiap perhelatan pilkada, kiblat PPP memang Sukorejo. Maka dari itu, seluruh jajaran mulai DPC hingga ranting harus mengamini pernyataan beliau (Kiai Salwa, Red)," katanya.
Sementara itu, sekretaris DPC PPP Bondowoso Barri Sahlawi Zain mengaku enggan berkomentar saat diminta menanggapi beredarnya pesan suara tersebut. "Tidak bisa dikomentari," katanya singkat saat dikonfirmasi, Selasa (30/7) kemarin. (faq/c2/bud)
Editor : Radar Digital