BADEAN, Radar Ijen – Partai Golkar meraih kursi terbanyak kedua bersama PPP. Partai berlogo pohon beringin ini otomatis duduk lagi di kursi pimpinan DPRD Bondowoso. Tiga nama pun telah dikantongi untuk mengisi satu kursi pimpinan dewan.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPC Partai Golkar Bondowoso Ady Kriesna pada Minggu (28/7) kemarin. Partai Golkar mendapat tujuh kursi di Pemilu 2024. Angka tersebut sama banyaknya dengan PPP. "Sudah kami usulkan ke DPP Partai Golkar," ungkap Kriesna saat diwawancara sejumlah awak media.
Dia menjelaskan, ada sejumlah syarat bagi calon pimpinan DPRD. Syarat ini sudah menjadi mekanisme khusus di tubuh Partai Golkar dalam menentukan pimpinan DPRD. "Karena ada syarat-syaratnya. Pertama, harus sudah pernah menjadi anggota DPRD. Kemudian, setidaknya harus S-1 (strata satu, Red)," ungkap sarjana hukum tersebut.
Kriesna pun menyebutkan, terdapat tiga nama yang diusulkan untuk menjadi pimpinan DPRD Bondowoso dari Partai Golkar. Selain dirinya sendiri, terdapat dua nama lainnya. "Ada tiga yang diusulkan. Saya, Mas Kukuh sekretaris (Kukuh Rahardjo, Red), dan ketua dewan pertimbangan (Moh. Supriadi, Red)," paparnya.
Kriesna menjelaskan, seleksi kepemimpinan di DPRD memang harus melalui usulan di rapat pleno yang dihadiri oleh pengurus DPD Partai Golkar Jawa Timur. "Yang menentukan DPP," pungkasnya. Untuk periode saat ini, pimpinan DPRD Bondowoso dari Partai Golkar adalah Moh. Supriadi.
Sayangnya, Ady Kriesna masih ogah-ogahan untuk berkomentar tentang arah koalisi partainya di Pilbup Bondowoso yang akan berlangsung pada November nanti. Sejauh ini, ada dua partai besar yang masih menolak untuk berkomentar banyak tentang arah koalisinya. Selain Golkar, ada pula PDIP. Diketahui Golkar memiliki dua nama potensial untuk mengisi slot kosong bacabup maupun bacawabup. Yakni Ady Kriesna dan Kukuh Rahardjo. (hlb/c2/dwi)
Editor : Radar Digital