Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Melihat Pasar Hewan Terpadu di Bondowoso yang Sepi, Pedagang Tak Ada, Temboknya pun Dihiasi Coretan

Radar Digital • Selasa, 30 Juli 2024 | 21:06 WIB

SEPI: Pasar Hewan Terpadu (PHT) di Selolembu, Curahdami, masih kosong.(HILMI BASKORO/RADAR IJEN)
SEPI: Pasar Hewan Terpadu (PHT) di Selolembu, Curahdami, masih kosong.(HILMI BASKORO/RADAR IJEN)
 

Baru menginjakkan kaki di Pasar Hewan Terpadu (PHT), pengunjung akan lekas tahu bahwa tak ada seorang pun di pasar yang berada di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami, itu. Sebab, kondisinya tak memperlihatkan pasar ada aktivitas manusia. Rumputnya kering dan tinggi-tinggi. Suasananya pun jauh dari kondisi pasar yang pada umumnya ramai.

HILMI BASKORO, Selolembu - Radar Ijen

DIBANGUNNYA Pasar Hewan Terpadu (PHT) di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami, sekitar tahun 2017 lalu itu, diproyeksikan sebagai tempat baru pengganti Pasar Hewan Selasaan di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Namun, sampai saat ini pedagang masih enggan pindah ke PHT.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen pada Selasa (23/7) kemarin, kondisi PHT saat ini memprihatinkan. Seluruhnya tidak terawat. Rumput liar tumbuh tinggi di depan kios-kios yang kosong melompong. Temboknya juga dipenuhi banyak coretan. Beberapa fasilitas pendukung seperti musala tampak kotor. Area pasar yang terbilang luas pun seperti sia-sia.

Jawa Pos Radar Ijen hanya berjumpa dengan salah seorang pekerja di rumah potong yang masih dalam satu area dengan PHT. Dia mengaku bernama Jayus. Warga Selolembu ini mengaku, kini sudah tidak ada lagi aktivitas niaga di PHT. Hanya rumah potong yang masih beroperasi. “Biasanya ada yang jual sapi, kambing, di sini. Dulu jual burung juga ada. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Bahkan Jayus mengaku ingat saat PHT masih melakukan uji coba beberapa tahun silam. Saat itu, banyak pedagang maupun penjual hewan yang datang setiap hari Kamis. Karena memang PHT dibuat untuk dibuka hanya pada hari Kamis. Berbeda dengan pasar di Kademangan yang buka pada hari Selasa. Namun, percobaan itu tidak berlanjut. “Saya juga tidak tahu kenapa tidak dilanjutkan,” pungkasnya.

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso Totok Hariyanto mengakui pembangunan PHT direncanakan sebagai pengganti pasar hewan yang sekarang ada di Kelurahan Kademangan. “Tapi, memang pedagang yang di Pasar Selasaan Kademangan itu masih belum mau pindah,” ujarnya.

Totok mengungkapkan, mungkin alasan pedagang tidak mau pindah adalah pasar di Kademangan sudah telanjur dikenal oleh pembeli dari luar kota. Sementara, PHT masih sebaliknya. Dia mengungkapkan, selama ini Diskoperindag juga telah beberapa kali mengenalkan PHT kepada pembeli hewan ternak dari luar kota. Agar tidak hanya mengenal pasar di Kademangan. “Tapi, memang karena penjualnya belum mau pindah, akhirnya PHT juga belum ditempati. Jadi, itu sebenarnya bukan tidak difungsikan. Hanya belum pindah saja pedagangnya,” pungkas Totok. (hlb/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#pasar hewan #Bondowoso