BONDOWOSO, RADARJEMBER.COM - Meski terkenal dengan hasil kopi dan tape, justru industri pengolahan tembakau yang menguasai mayoritas jumlah perusahaan di Bondowoso.
Industri tembakau juga menjadi sektor dengan angka serapan tenaga kerja terbesar dibanding sektor lainnya.
Klaim tersebut berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bondowoso yang dirilis pada Kamis (25/7) lalu.
Dalam rilis dengan judul Selayang Pandang Aktivitas Industri Bondowoso tersebut, tertulis bahwa pada 2023 lalu jumlah perusahaan pengolahan tembakau di Bondowoso mencapai 5.897 perusahaan.
Angka ini lebih besar dibanding sektor gabungan antara industri kayu, barang dari kayu dan gabus, serta barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya yang angkanya mencapai 4.995 perusahaan.
Sementara, urutan ketiga ditempati perusahaan yang bergerak di industri makanan dan minuman yang mencakup kopi dan tape, dengan jumlah 3.820 perusahaan.
Menanggapi data itu, Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso Totok Hariyanto mengakui berkembangnya lahan pertanian tembakau juga berpengaruh terhadap bertambahnya jumlah perusahaan pengolahan tembakau.
Bahkan, Totok mengatakan, Bondowoso menjadi salah satu kabupaten yang menyumbangkan cukai rokok terbesar di wilayah eks Karesidenan Besuki dan Lumajang.
"Dan Bondowoso memang menjadi salah satu penyumbang cukai terbesar di eks Karesidenan Besuki dan Lumajang," ungkapnya.
Di sisi lain, jumlah perusahaan yang banyak itu juga berpengaruh pada besarnya serapan tenaga kerja di sektor pengolahan tembakau.
Jumlahnya yang mencapai 23.223 jauh lebih besar daripada sektor industri kayu, barang dari kayu dan gabus, serta barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya, yang hanya mencapai 6.116 pekerja.
Tenaga kerja di industri pengolahan tembakau ini 5,17 persen dari seluruh pekerja di Bondowoso yang mencapai 449.210 pekerja.
Meskipun jumlah industri makanan dan minuman ada di urutan ketiga, namun serapan tenaga kerja di industri makanan minuman ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan industri kayu, barang dari kayu dan gabus, serta barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya. Serapannya mencapai 12.515 tenaga kerja.
Totok pun mengakui tenaga kerja di sektor pengolahan tembakau melampaui tenaga kerja kopi dan tape, yang telah lama menjadi identitas Bondowoso. (hlb/c2/bud)
Editor : Alvioniza