BONDOWOSO, RADARJEMBER.COM- Terdapat 10 isu strategis dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2024.
Salah satunya yaitu pencemaran dan kerusakan lingkungan yang rawan terjadi di Kecamatan Ijen. Hal itu karena terdapat pemanfaatan lahan hutan untuk pertanian.
Hal itu tentu harus disikapi dan dicarikan solusi. Termasuk keberadaan PT Medco Cahaya Geothermal dalam hal serapan tenaga kerja.
Anggota Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Bondowoso Budi Hartono menyebutkan, persoalan potensi bencana, pencemaran, dan kerusakan lingkungan juga dikaitkan dengan pertumbuhan lingkungan.
"Kami tahu masyarakat Sempol lahan milik rakyatnya hampir tidak ada," ucapnya.
Budi menyinggung, jika jumlah penduduk di Kecamatan Ijen meningkat, maka tentu jumlah kebutuhan hidup di kawasan tersebut juga tinggi. Mereka justru akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya.
"Di sana yang ada kan hutan. Ya, hutan itu yang digarap," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Dengan terjadinya dinamika tersebut, maka kawasan Kecamatan Ijen menjadi rawan banjir maupun longsor.
Hal itu tentu menjadi kajian serius baik di jajaran eksekutif maupun legislatif. Persoalan tersebut menjadi persoalan masa depan jika nantinya tidak cepat disikapi oleh pemerintah.
Salah satu yang menjadi titik poinnya yaitu bagaimana menekan angka risiko bencana yang sering kali terjadi di Kecamatan Ijen.
Salah satu tawaran solusi yang diberikan yaitu bagaimana menekan pertumbuhan penduduk di daerah tersebut.
"Jadi, harus dicari faktor penyebabnya. Oleh sebab itu, perlu dibahas secara intensif," katanya.
Legislator dari PKS itu juga menyinggung keberadaan PT Medco Cahaya Geothermal. Keberadaan perusahaan besar itu harus dimanfaatkan dengan benar.
Tentu dengan menyerap tenaga kerja khususnya dari masyarakat Ijen.
"Menurut saya pemerintah daerah perlu mempelajari rencana PT Medco ke depan. Seperti sistem penyerapan tenaga kerjanya seperti apa," pungkasnya. (faq/c2/bud)
Editor : Radar Digital