Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menengok Progres Wacana Aktifnya Jalur Kereta di Bondowoso, Begini Kelanjutannya

Radar Digital • Selasa, 9 Juli 2024 | 02:59 WIB

 

DOK : FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN   LAMA TERBENGKALAI: Kondisi rel kereta api di wilayah Prajekan, Bondowoso. Kini, wacana reaktivasi jalur KA semakin menguat.
DOK : FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN LAMA TERBENGKALAI: Kondisi rel kereta api di wilayah Prajekan, Bondowoso. Kini, wacana reaktivasi jalur KA semakin menguat.

SURABAYA, Radar Ijen - Wacana reaktivasi jalur kereta api Situbondo (Panarukan)–Jember (Kalisat) semakin menguat. Hal itu setelah rampungnya studi kelayakan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Surabaya. Meski begitu, masih banyak rentetan tahapan yang harus dilakukan. Salah satunya menunggu adanya detail engineering design (DED) dari pusat. 

Selain itu, pihak terkait juga masih mematangkan konsep dan antisipasi dampak sosial (damsos). Hal itu karena banyak ruas jalur KAI yang sudah disewakan untuk ditempati warga.

Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I DJKA Surabaya Alfaviega Septian Pravangasta menjelaskan, pihaknya setiap tahun sudah mengajukan DED kepada pemerintah pusat. "Kami setiap tahun sudah mengajukan DED. Semoga tahun ini bisa segera keluar agar perencanaan semakin matang," ucapnya.

Pihaknya sudah melakukan survei terhadap beberapa lokasi di Bondowoso. Hasilnya ditemukan beberapa sarana dan prasarana (sarpras) dan persinyalan perkeretaapian yang masih dinilai layak untuk difungsikan kembali. "Kami perbaiki lagi. Seperti warna yang sudah pudar, kami cat ulang," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Pihaknya secara pelan-pelan memberikan sosialisasi dan pengenalan kepada warga tentang wacana reaktivasi jalur kereta api. Hal itu karena Bondowoso sudah puluhan tahun tidak terjamah transportasi umum kereta api. "Kurang lebih 20 tahun sejak terakhir operasi, 2004," katanya.

Alfaviega mengatakan, setelah DED keluar, pihaknya akan mengambil langkah konkret dengan melakukan kajian analis dampak lingkungan (amdal) dan analisis dampak lalu lintas (andalalin). "Tahapannya masih cukup panjang. Namun, perkembangannya mulai kelihatan," katanya.

Dia juga mengatakan, setelah dilakukan studi kelayakan, pihaknya masih mengkaji antisipasi adanya damsos. Hal itu menjadi pertimbangan apakah nantinya dibuatkan jalur lain, atau pemindahan gedung milik masyarakat yang menyewa lahan milik negara tersebut. "Tahapannya masih cukup panjang. Kemungkinan target antara tahun 2025 hingga 2027," pungkasnya. (faq/c2/bud)

Editor : Radar Digital
#Kereta Api #jalur kereta #Bondowoso