Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Masuki Triwulan Kedua, Serapan Anggaran di Bondowoso Masih 30 Persen, Masih Banyak Infrastruktur yang Butuh Perbaikan

Radar Digital • Kamis, 4 Juli 2024 | 13:10 WIB

HARUS DIPERBAIKI: Kondisi infrastruktur jalan di Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Badean, banyak yang berlubang.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
HARUS DIPERBAIKI: Kondisi infrastruktur jalan di Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Badean, banyak yang berlubang.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

TENGGARANG, Radar Ijen - Serapan anggaran pada triwulan kedua masih cukup minim. Hal itu dibuktikan dengan pembangunan infrastruktur yang belum dilaksanakan.

Padahal, mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan pembangunan dilakukan pada bulan April. Kemudian, pada bulan Mei pengerjaan fisik sudah mulai terlaksana.

Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menjelaskan, dirinya cukup heran, biasanya program perbaikan infrastruktur sudah dilakukan pada triwulan pertama.

"Di bulan empat atau lima pengerjaan fisik, seperti pengaspalan sudah terlaksana. Namun, di tahun 2024 hingga memasuki bulan Juli belum ada," ujarnya.

Bahkan, menurut legislator PKB itu, Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) juga belum dilakukan. Padahal masyarakat sudah berharap adanya perbaikan infrastruktur, khususnya jalan. "Serapan anggaran untuk kepentingan masyarakat jauh lebih baik di tahun sebelumnya," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso Andi Hermanto mengatakan, serapan anggaran pada triwulan kedua masih berkisar 30 persen. Hal itu jauh lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Program-program kegiatan biasanya di triwulan pertama sudah mulai dipersiapkan. Bahkan, kalau perlu sudah berjalan," ujarnya.

Dirinya juga merasa bingung mengapa program dari eksekutif pada bulan ketujuh belum ada yang terlaksana. Padahal, masyarakat sudah menunggu bentuk nyata dari perbaikan infrastruktur. Namun, nyatanya hingga kini belum juga terlaksana.

Andi menyebut, beragam alasan dipaparkan oleh eksekutif kepada Komisi II. Salah satunya yaitu perencanaan yang belum matang. Akibatnya, belum ada program pengerjaan infrastruktur hingga saat ini.

"Jadi, masih belum ada persiapan yang matang untuk kegiatan, terutama masalah infrastruktur," katanya.

Sementara itu, keinginan dari Komisi II yaitu agar setiap kegiatan fisik harus segera dilaksanakan. Mengingat realisasi APBD 2024 sudah memasuki triwulan kedua. Sementara, serapannya masih berkisar 30 persen.

"Ini sudah mau memasuki semester kedua. Terus terang, banyak sekali infrastruktur yang perlu diperbaiki," pungkasnya. (faq/c2/bud)

Editor : Radar Digital
#DPRD Bondowoso #Bondowoso