Pernah Berlaga di ADWI 2024
SELAIN suasananya yang menenangkan, ternyata Wisata Teduh Glamping sempat diikutsertakan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Bersama objek wisata lainnya di Desa Sumberwringin, Teduh Glamping berhasil menembus 100 besar.
Hanya saja, Teduh Glamping bersama objek wisata lainnya di Sumberwringin, yang menjadi satu-satunya perwakilan Bondowoso di 100 besar, gagal meraih posisi 50 besar. Meski begitu, Kepala Desa Sumberwringin Dedi Hendriyanto mengatakan pihaknya akan terus mempercantik Teduh Glamping. "Ini masih akan dilakukan pengembangan," tuturnya.
Dedi bercerita, saat ini saja Teduh Glamping sudah jauh berkembang dibanding dua tahun lalu saat wisata ini baru diresmikan. Dedi mengaku, awalnya Teduh Glamping hanya terdiri atas wisata air dan camping. "Sekarang sudah ada kafe yang menyediakan makanan dan minuman, termasuk kopi lokal," tuturnya.
Dedi menjelaskan, dia juga menyediakan barista untuk pengolahan kopi lokal yang berkualitas. Apalagi dengan predikat Bondowoso sebagai Republik Kopi, adanya kedai kopi ini bisa mengangkat kopi-kopi lokal Bondowoso. "Karena di sini daerah pegunungan yang kopinya melimpah, jadi sekalian saya sediakan kopi juga," tutur Dedi.
Di samping itu, Dedi mengatakan akan terus melengkapi fasilitas di Wisata Teduh Glamping. Dia mengakui bahwa wisatawan yang datang semakin banyak. Namun, dia tetap akan memperhatikan faktor alam. "Karena kami ingin wisata ini bisa berkelanjutan," tuturnya.
Bukan tanpa alasan, sejak adanya Wisata Teduh Glamping, banyak warga lokal yang akhirnya terbantu secara ekonomi. Selain menaikkan pamor Desa Sumberwringin, wisata ini juga menaikkan kapasitas ekonomi masyarakat setempat. "Makanya keberlanjutan itu penting, juga sebagai penopang ekonomi masyarakat," pungkasnya. (hlb/nur)
Editor : Radar Digital