TAMANSARI, Radar Ijen - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru saja merilis 35 nama bakal calon kepala daerah (bacakada) yang telah pasti direkomendasikan untuk maju ke pilkada, November nanti. Namun, dari daftar nama itu tidak ada nama KH Abdul Hamid Wahid yang sudah dideklarasikan DPC PKB Bondowoso maju ke pilkada.
Padahal, DPC PKB Bondowoso selama ini sudah santer mengenalkan pasangan Ra Hamid-Tohari (RaToh) sebagai bacabup dan bacawabup kepada masyarakat luas.
Namun, faktanya, Ra Hamid yang saat ini juga merupakan Rektor Universitas Nurul Jadid, Probolinggo, itu belum mendapat rekomendasi dari DPP PKB.
Ketua DPC PKB Bondowoso Ahmad Dhafir mengakui bahwa rekomendasi kepada Ra Hamid memang belum turun.
Menurutnya, hal ini wajar. Sebab, wilayah yang perlu rekomendasi bacakada mencakup seluruh Indonesia. "Masih proses. Dan pendaftaran paslon juga masih Agustus," ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (4/6) kemarin.
Namun, Dhafir sudah memastikan bahwa nama Ra Hamid merupakan satu-satunya bacabup yang diajukan DPC PKB Bondowoso ke DPP.
Secara nasional pun, nyaris 2.000 nama bacakada yang tengah dikroscek DPP sebelum dikeluarkan rekomendasinya.
Tak heran jika proses ini memerlukan waktu yang panjang.
Di sisi lain, Dhafir juga menepis isu yang mengatakan bahwa pada awalnya rekomendasi bacakada dari DPP PKB telah turun kepada dirinya.
"Itu tidak benar. Belum ada rekomendasi DPP PKB ke siapa pun. Tapi, DPC PKB telah mengajukan satu-satunya nama, yaitu Ra Hamid," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Dhafir juga menanggapi respons masyarakat terhadap sosok Ra Hamid yang bukan putra asli Bondowoso.
Diketahui, Ra Hamid merupakan pria kelahiran Kabupaten Probolinggo. Saat ini pun dia menjabat Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo. Dhafir juga menegaskan DPP tidak mempermasalahkan itu.
"Ini NKRI. Jadi, siapa pun boleh, selama berkomitmen untuk memajukan Bondowoso. Karena kan memang selama ini Bondowoso pernah dipimpin oleh putra daerah dan yang bukan putra daerah," ungkapnya. Dhafir mengatakan, tidak perlu membanding-bandingkan antara putra daerah atau bukan.
Sebagai informasi, untuk Provinsi Jawa Timur, DPP PKB baru mengeluarkan rekomendasi bacakada untuk 10 kota.
Yakni Ngawi, Surabaya, Magetan, Mojokerto, Bojonegoro, Blitar, Jombang, dan Pamekasan.
Selain itu, ada nama petahana, Thoriqul Haq, di Lumajang.
Ada pula nama Habib Hadi Zainal Abidin di Kota Probolinggo. (hlb/c2/aro)
Editor : Radar Digital