KADEMANGAN, Radar Ijen - Sembilan calon jemaah haji (CJH) asal Bondowoso punya rezeki melimpah.
Pasalnya, Sembilan CJH yang awalnya cadangan, hari Rabu (22/5) ini bisa berangkat lebih dulu bersama kloter 46 dari Pasuruan.
Sembilan orang itu masuk CJH cadangan karena sudah melunasi biaya haji.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso Suharyono mengakui, sembilan CJH tersebut berangkat lebih dulu daripada CJH Bondowoso yang lain.
Sebab, sebelumnya mereka tidak menemukan kloter di Bondowoso, sehingga ikut dengan kloter dari Pasuruan.
"Sembilan orang jemaah haji yang terakhir berubah reguler, berangkat tanggal 22 Mei 2024. Masuk kloter 46, bersama Kabupaten dan Kota Pasuruan," tuturnya. Sedangkan CJH Bondowoso baru berangkat pada 23 Mei 2024 besok.
Dengan begitu, sembilan orang tersebut masuk dalam gelombang pertama keberangkatan, yang akan langsung terbang menuju Kota Jeddah.
Sembilan orang tersebut berangkat pada pukul 07.00 dari pendapa Bupati Bondowoso.
"Itu masih masuk gelombang pertama. Berangkat ke Pasuruan pukul 07.00 dari pendapa bupati," ungkap Suharyono.
Seperti diberitakan sebelumnya, sembilan CJH asal Bondowoso tidak termasuk dalam tiga kloter CJH Bondowoso.
Karena itu, sembilan orang CJH itu tergabung dengan kloter 46, yang merupakan kloter dari Kabupaten dan Kota Pasuruan.
Keberangkatan kloter dari Pasuruan itu lebih dahulu daripada Bondowoso.
Bergabungnya sembilan CJH Bondowoso ke kloter 46 tersebut berdasarkan usulan Kemenag Bondowoso agar kesembilan CJH tersebut tergabung dalam kloter yang sama, sehingga tidak terpisah-pisah.
Hal ini guna mempermudah Kemenag Bondowoso dalam mengontrol CJH yang ikut dengan kloter di luar Bondowoso.
Perlu diketahui, sebenarnya CJH Bondowoso terbagi dalam tiga kloter, yakni kloter 49, 50, dan 51.
Namun, kloter 51 sebagiannya juga diisi oleh CJH asal Lumajang.
Oleh sebab itu, sembilan CJH tersebut belum menemukan kloter di Bondowoso, sehingga harus tergabung dengan kloter asal Pasuruan. (hlb/c2/aro)
Editor : Radar Digital