Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Daya Tarik Pameran Lukisan di Bondowoso, Teknik Dasar Pengaruhi Mood Melukis

Radar Digital • Selasa, 14 Mei 2024 | 16:50 WIB
SENI: Budiamin menyelesaikan lukisannya di Bondowoso yang akan dia pamerkan secara tunggal, Juni nanti di Jogjakarta.  (HILMI/RJ)
SENI: Budiamin menyelesaikan lukisannya di Bondowoso yang akan dia pamerkan secara tunggal, Juni nanti di Jogjakarta. (HILMI/RJ)

radarjember.id - SEBAGIAN orang beranggapan melukis mungkin kegiatan yang mudah. Namun, itu tidak bisa dibenarkan.

Melukis membutuhkan latihan rutin dan terus-menerus diasah.

Sehingga, seseorang mampu menghasilkan karya yang patut diacungi jempol.

Pelukis kawakan asal Bondowoso, Budiamin mengatakan, melukis memerlukan teknik yang perlu dipelajari secara tekun.

Menurutnya, teknik melukis adalah pondasi bagi seniman rupa.

Karena dengan teknik yang benar, seniman bisa mempertahankan performa melukisnya, tanpa memperhatikan mood melukis.

“Teknik akan menuntun kita tanpa berhenti. Sekalipun berhenti, saat akan memulai melukis lagi, kita akan menemukan perasaan awal kita saat mulai melukis yang pertama,” ungkap ketua K5 Art Project, di Kelurahan Kademangan, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso.

Budiamin berpandangan untuk menciptakan kualitas teknik meluksi yang mumpuni, seniman perlu melakukan latihan yang pada titik tertentu, sangat ekstrem.

Pelukis perlu membiasakan diri untuk melukis banyak lukisan, agar kemampuan teknisnya bisa lebih terasah.

“Saya dulu membiasakan diri melukis satu jam satu lukisan. Pelukis harus terbiasa dengan itu,” tuturnya.

Bahkan, Budiamin mengaku, demi mencapai hasil yang diharapkan, dia begitu ketat dengan kegiatan melukisnya.

Dia mengaku sampai menggunakan stopwatch untuk memastikan dirinya melukis dalam kurun waktu hanya satu jam.

“Saya biasa pakai timer biasanya,” ungkap pria kelahiran Bondowoso tersebut.

Kebiasaan teknis tersebut akhirnya bisa dicapai dalam kurun waktu dua tahun.

Dan akhirnya dia bisa melukis dengan nyaman, meskipun dia menjeda waktu melukis untuk beristirahat tanpa kehilangan intensitas rasa dalam melukis.

“Sampai saya sering ikut pameran hanya dengan membawa kertas kosong. Karena saya selalu bisa menyelesaikan lukisan di tempat pameran dengan cepat, untuk dipamerkan,” tuturnya. (hlb/nur)

Editor : Radar Digital
#seni #pameran #Bondowoso