radarjember.id - Akhirnya, Bondowoso mendapat kuota tambahan calon jamaah haji (CJH) yang akan diberangkatkan tahun ini, sebanyak tiga CJH.
Hal tersebut mengurangi jumlah CJH cadangan yang sebelumnya berjumlah 13 CJH.
Penambahan ini masih mungkin terjadi sebelum keberangkatan CJH Bondowoso pada 23 Mei nanti.
Hal itu diungkapkan oleh kasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PHU), Kementrian Agama (Kemenag) Bondowoso, Suharyono, saat dikonfirmasi terkait perkembangan perubahan jumlah CJH asal Bondowoso.
"Benar, jamaah haji asal Bondowoso bertambah," ungkapnya saat dihubungi pada Minggu (12/5).
Dengan adanya penambahan tersebut, jumlah CJH asal Bondowoso saat ini mencapai 918 CJH, setelah sebelumnya hanya 915.
Jumlah CJH cadangan pun hanya tersisa 10 orang.
Namun, sangat disayangkan ternyata salah satu dari tiga CJH yang baru ditetapkan itu, memutuskan untuk menunda keberangkatan. Sebabnya adalah masalah kesehatan.
"Kami sudah mengecek kondisi CJH yang bersangkutan. Memang dalam kondisi sakit sehingga ditunda, berangkat tahun berikutnya," ujar Suharyono.
Saat ini, pihak Kemenag Bondowoso tengah mengajukan permohonan penundaan CJH tersebut.
Suharyono menjelaskan, karena visa haji telah terbit, maka penundaan ini tidak cukup dengan hanya surat tertulis penundaan.
"Jadi penundaan ini perlu menggunakan surat keterangan dari dokter, tidak cukup dengan hanya surat permohonan penundaan," tuturnya. (hlb/bud)
Editor : Radar Digital