KEMBANG, Radar Ijen - Setelah rangkaian Pemilu 2024 selesai, akhirnya dilakukan penetapan anggota DPRD Bondowoso terpilih periode 2024–2029, pada Senin (29/4).
Dari 45 anggota DPRD terpilih, 11 di antaranya wajah-wajah baru di kursi DPRD Kabupaten Bondowoso.
Sisanya, 34 anggota DPRD adalah petahana.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bondowoso Junaidi, mengatakan, Bondowoso termasuk dalam kabupaten nonsengketa perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dalam pemilu Februari lalu itu.
Hal itu disampaikan Junaidi saat ditemui di kantornya, Senin (6/5).
Menurut dia, hal ini karena tidak ada perselisihan dan masalah yang tersisa terkait hasil hitung di tingkat kabupaten.
"Semua partai politik di Bondowoso menerima hasil rekapitulasi pemilihan anggota DPRD Bondowoso," ungkap pria yang telah dua kali menjadi komisioner KPU Bondowoso itu.
Junaidi mengungkapkan, banyak hal yang membuat tidak adanya sengketa pemilu di Bondowoso.
Salah satunya adalah usaha KPU Bondowoso dalam mendamaikan berbagai pihak yang berselisih.
"Kami sudah melakukan pendekatan terhadap pihak yang dinilai bisa membuat gaduh. Seperti tim sukses," ungkapnya.
Di luar hal itu, Junaidi mengakui ada beberapa kasus dalam pemilu akbar lalu. Salah satunya adalah penggelembungan suara.
Namun, kasus-kasus tersebut tidak membuat partai politik melaporkannya ke Bawaslu atau MK.
"Makanya, setelah dua hari penetapan calon terpilih di tataran MK, KPU Bondowoso melakukan sidang pleno untuk penetapan," ungkapnya.
Menjelang masa akhir jabatannya pada 13 Juni 2024 mendatang, Junaidi berharap kepada pengurus KPU setelah dirinya bisa mempertahankan status tidak adanya sengketa dalam pilkada nanti.
Terutama dengan cara mengakomodasi berbagai kepentingan.
"Bagaimana KPU bisa mengakomodasi kepentingan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, ya, dilayani. Kalau tidak sesuai peraturan, maka tidak boleh diakomodasi," ujarnya.
Dia mengungkapkan, selama dua kali menjabat di KPU, selama itu pula tidak ada sengketa yang dilayangkan saat pemilu.
Dia mengaku, salah satu kuncinya adalah pada sistem pelayanan.
"KPU kan tugasnya melayani. Pelayan itu harus melayani dengan baik. Orang yang harus dilayani adalah calon bupati dan pemilih," pungkasnya. (hlb/c2/aro)
Wajah Baru Anggota DPRD Bondowoso Periode 2024-2029
- Sandi Ikromah Aulia Mochtar (Golkar)
- Lany Sonia Wulandari (Golkar)
- Masdidik (Golkar)
- Beni Ahmad Fajar (Golkar)
- Gina Belanza Mulia (PKB)
- Didik Yuliyanto (PKB)
- Miarti (PKB)
- Agiel Prastika(PKB)
- Syamsul Hadi (PPP)
- Bagus Hery Cahyono (PPP)
- Herman Santoso (Demokrat)
- Rahmat Hidayat (Gelora)
Catatan *): Petahana yang pindah partai, Rahmat Hidayat (Gelora) sebelumnya anggota DPRD dari PKS
Editor : Radar Digital