BONDOWOSO.Radar Ijen – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Koesnadi Bondowoso mengadakan acara Citizen’s Charter untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, Senin (29/4). Banyak masukan untuk RSUD dr H Koesnadi dari peserta Citizen’s Charter yang digelar di Ruang Puspa Indah tersebut.
Antara lain masukan tentang rujukan, ambulans dan sebagainya.
Direktur RSUD dr Koesnadi dr Yus Priyatna A, SpP FISR saat memberikan sambutan menjelaskan tentang profil RSUD dr Koesnadi dalam acara Citizen’s Charter. Usai acara Citizen’s Charter dilakukan penandatangan perjanjian antara RSUD dr H Koesnadi dengan stakeholder dan perwakilan masyarakat.
Untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sambungnya, RSUD dr H Koesnadi menggelar kegiatan Citizen’s Charter.”Kegiatan Citizen’s Charter ini ditujukan untuk minta koreksi, evaluasi dan masukan-masukan para hadirin sekalian,” ungkap Direktur RSUD dr Koesnadi dr Yus Priyatna A, SpP FISR.
Setelah itu, lantas perwakilan instalasi farmasi RSUD dr Koesnadi memparkan tentang inovasi dan layanan kefarmasian. Salah satunya tentang pengantaran obat yang bekerjasama dengan PT Pos Indonesia. Kemudian inovasi konsultasi obat melalui whatsapp komunitas dari pasien kepada apoteker.
Usai penyampaian materi ini, dilanjutkan dengan pemaparan oleh Direktur RSUD dr Koesnadi dr Yus Priyatna A, SpP FISR secara lebih detail tentang rumah sakit dan permasalahannya. “Identifikasi masalah kami antara lain sistem admisi rawat jalan, keterbatasan sarana dan prasarana, proyeksi peningkatan kunjungan, pemanfaatan teknologi, pemenuhan standar layanan dan efisiensi tata kelola SDM,” ujar dr Yus, sapaan karibnya.
Setelah pemaparan itu lantas dr Lukman Hakim, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr H Koesnadi yang menjadi moderator membuka ruang tanya jawab. Sejumlah peserta, baik dari puskesmas, dinas kesehatan, perguruan tinggi, dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bondowoso, BPJS Kesehatan serta dari unsur masyarakat kemudian bertanya dan memberikan masukan.
Khususnya tentang antrean di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr H Koesnadi.
Peserta mengeluhkan pasien rujukan harus menunggu lama. Sedangkan dokter spesialis yang jaga di IGD kadang kurang cepat respon jika ada rujukan. Selain itu, ada juga keluhan kendaraan ambulans yang terlalu cepat di jalan raya. “Soal rujukan, memang di IGD antrean masih sering terjadi. Kalau sudah full, tetap harus menunggu,” ujarnya.
Untuk itu, dia berharap masyarakat bisa memaklumi jika antrean di IGD masih sering terjadi. “Makanya, kami mohon maaf jika masih ada antrean di IGD, yang jelas kami terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan,” kata Direktur RSUD dr Koesnadi dr Yus Priyatna A, SpP FISR. Pasalnya, jumlah bed di rumah sakit masih sangat terbatas. Di RSUD dr Koesnadi memiliki 300 bed.
Sedangkan RS Bhayangkara 100 bed dan RS Mitra Medika juga 100 bed. Sedangkan pasien bisa 600 sampai 700 orang. (ika/aro)
Editor : Radar Digital