Peziarah Datang Jelang Maghrib
Jawa Pos Radar Ijen juga sempat bertemu dengan juri kunci makam Ki Ronggo, yakni Nurhafid.
Saat Ramadan, makam tersebut memang ramai peziarah.
Tetapi, tak seramai hari biasa.
Nurhafid menjelaskan, justru ramai-ramainya peziarah adalah di luar Ramadan.
“Tidak tentu sebenarnya ramainya. Kadang tiba-tiba satu bus datang. Kadang sehari cuma beberapa saja,” ungkapnya.
Namun, Nurhafid menjelaskan, masyarakat sekitar Kecamatan Tegal Ampel terbiasa berziarah setiap hari di bulan Ramadan.
Terutama menjelang berbuka puasa.
“Seperti yang lagi ziarah sekarang ini dari Karanganyar. Mereka setiap hari ke sini. Selalu hampir magrib begini,” ungkapnya.
Nurhafid menjelaskan, masih banyak peziarah dari luar daerah yang rutin datang ke makam Ki Ronggo. Terutama dari kabupaten sekitar Bondowoso. Seperti Situbondo, Banyuwangi, dan Jember.
“Banyak masyarakat dari Tanggul, Jember ke sini. Kalau dari Situbondo, ya dari Asembagus itu yang banyak. Dari Banyuwangi juga banyak,” urainya.
Selain jadi tempat berziarah, suasanya yang asri dan tenang, membuat makam Ki Ronggo juga dikunjungi dalam rangka sekadar bercengkrama.
Terutama menjelang magrib di bulan puasa.
“Kadang ada saja orang-orang sekitar Sekarputih yang ke sini sore-sore. Soalnya di sini suasanya enak, teduh. Apalagi juga menunggu buka puasa begini,” ungkapnya.
Nurhafid menjelaskan, dirinya sudah sejak lima belas tahun lalu menjadi juru kunci di makam Ki Ronggo. Dia ditugaskan oleh keluarga keturunan Ki Ronggo.
“Saya juga dibantu oleh orang-orang sekitar makam sini. Jadi saya kadang tidak sendirian,” tuturnya.
Selama bulan Ramadan, lanjutnya, jam buka makam Ki Ronggo tidak seperti biasanya. Pada waktu salat tarawih, makam akan ditutup.
“Sebelum salat tarawih itu ditutup dulu. Nanti buka lagi biasanya jam delapan malam. Soalnya saya juga salat tarawih. Memang biasanya juga di sini sepi kalau waktu salat Tarawih,” pungkasnya. (hlb/sil)
Editor : Radar Digital