Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tampil Modis Tanpa Khawatir Kantong Jebol, Begini Gaya Thrifting Ala Pemuda Bondowoso

Radar Digital • Senin, 11 Maret 2024 | 01:05 WIB
Photo
Photo

radarjember.id - Industri fashion thrifting tampaknya tidak hanya marak di kota-kota besar.

Kota berpenduduk kurang dari sejuta pun, seperti Bondowoso, mulai diserang virus nge-thrift.

Terutama di kalangan anak muda. Tak ayal beberapa toko thrift menjamur di sudut-sudut pusat kota Tampe ini.

Thrift atau dikenal dengan baju bekas bos (babebo), kini menjadi tren fashion di kalangan anak muda.

Sebenarnya tren berburu babebo sudah ada sejak dahulu, yang dilakukan oleh generasi lebih tua. Namun, kini anak muda juga turut menggandrunginya.

Bukan tanpa alasan, seperti yang diutarakan Riansyah, warga Bondowoso kota ini mengaku bisa mendapat baju dengan merek terkenal di toko thrift, namun dengan harga yang aman di kantong.

“Meskipun thrift itu bekas, tapi masih sangat layak untuk dipakai. Karena memang penjual sudah menyortir pakaian-pakaian yang pantas untuk dijual kembali,” ungkapnya (28/2), saat berbelanja di toko thrift.

Benar saja, di HJ Seven Store, sebuah toko thrift di Jalan Kis Mangunsarkoro, Dabasah Bondowoso, terdapat beberapa pakaian dengan merek tersohor dan high quality.

Toko milik Heru Julianto tersebut menyediakan berbagai macam jenis pakaian thrift. Mulai dari jaket, kaos, hingga celana.

Merek pakaiannya pun beragam. Hampir semuanya berasal dari luar negeri. Seperti Amerika Serikat, Eropa, pun kawasan Asia Timur.

Bahkan, merek yang beberapa waktu lalu viral karena sering dipakai dalam tren video Tiktok, Balenciaga, juga tersedia di toko tersebut.

“Ada berbagai merek besar di sini. Nike, The North Face, Dickies, Adidas, sampai Balenciaga,” ungkap pria asal Tamansari tersebut.

Selain karena merek terkenal, harganya juga sangat terjangkau.

Seperti Nike, misalnya, hanya dibanderol dengan harga kisaran di bawah Rp 200 ribu.

Padahal harga aslinya bisa Rp 500 ribu sampai jutaan.

“Di sini bahkan ada paling murah Rp 15 ribu, paling mahal Rp 500,” ungkap Heru. (hlb/mau)

Editor : Radar Digital
#Bondowoso