Mampu Jernihkan Pikiran Lewat Tarian
Tarian tidak hanya dapat dijadikan sekedar hobi yang bernilai ekonomis saja.
Hal tersebut juga dapat menguatkan mental seseorang.
Apalagi sebelum melakukan tarian diperlukan olah tubuh yang baik, sehingga gerakan yang dimunculkan saat menari bisa menarik perhatian.
Salah satu Instruktur tari asal Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtyas mengatakan, sebelum pertunjukan berlangsung, penari biasanya melakukan peregangan dengan mengolah tubuh.
Bertujuan agar penampilannya ciamik.
Dengan pikiran yang segar dan mental yang siap tempur.
“Setiap gerakan harus sesuai dengan konsep," ucapnya.
Selain itu, olah tubuh juga dinilai bisa memberikan dampak positif.
Salah satunya menjaga agar tubuh terhindar dari cedera dan kelelahan saat tampil.
"Biasanya dilakukan oleh penari kontemporer. Karena tarian itu selalu mengenakan berbagai macam properti," ucap perempuan yang juga menjabat ketua PHIG Bondowoso itu.
Tarian kontemporer biasanya diisi oleh lima hingga tujuh personil.
Salah satu tema tarian yang kerap ditampilkan di Bondowoso adalah tari pesona Bondowoso.
Jenis tarian tersebut sering ditampilkan pada beberapa even.
"Menampilkan wisata, sejarah, hingga budaya yang ada di Bondowoso, lengkap dengan pertunjukan khasnya," bebernya.
Dirinya mengaku, tarian kontemporer harus dilestarikan. Khususnya kalangan sekolah hingga perguruan tinggi.
Sehingga budaya itu tidak lekang oleh zaman, apalagi temannya juga variatif.
“Setiap sanggar bisa mengeluarkan masing-masing kreatifitasnya," pungkasnya. (faq/ham)
Editor : Radar Digital