KADEMANGAN, Radar Ijen – Hujan deras selama sekitar dua jam pada Minggu (4/2) sore menyebabkan banjir di beberapa titik di Bondowoso kota.
Banjir itu pun membuat warga tampak waswas. Sebab, sebelumnya tidak pernah terjadi di wilayah kota.
Apalagi, kota Bondowoso termasuk daerah ketinggian dan sungai utamanya cukup dalam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso menyebutkan, penyebab banjir di kawasan kota karena debit hujan tinggi dan berlangsung cukup lama.
Selain itu, drainase termasuk gorong-gorong itu tersumbat.
Kesimpulan tersebut berdasarkan asesmen di belakang Terminal Bondowoso, kata dia, ditemukan beberapa saluran dan gorong-gorong tersumbat.
“Tersumbat karena sampah dan sedimen yang mulai meninggi,” imbuhnya.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Bencana BPBD Bondowoso Yuliono mengatakan, beberapa saluran tersumbat.
Hal ini salah satunya disebabkan oleh sampah. “Banyaknya sampah.
Sementara sedimen aliran sungai juga sudah tinggi,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, BPBD telah mengimbau seluruh masyarakat untuk membersihkan aliran air saat musim hujan. Sebab, musim hujan rawan terjadi banjir
“Masyarakat juga perlu memperkuat atap rumah, menebang pohon yang keropos, dan pemotongan ranting pohon,” ungkapnya.
BPBD Bondowoso menyebutkan, banjir yang terjadi di wilayah kota itu cukup luas.
Mulai dari Kademangan, Dabasah, sekitar alun-alun dan jalan protokol, hingga di wilayah sekitar YIMA Islamic School.
Yuliono menjelaskan, rata-rata ketinggian air mencapai 30 sentimeter atau selutut orang dewasa.
“Kemungkinan Februari adalah puncak musim hujan kali ini,” tandas Yuliono.
Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Damkar Satpol PP Bondowoso Martanto menjelaskan, dalam video yang direkamnya, air yang menggenang di depan Masjid Al-Ikhlas, Kademangan, sempat membuat motor mogok. (mg1/c2/dwi)
Editor : Radar Digital