Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengenal Hadrah Banjari yang di Mainkan di Bondowoso, Asal Kalimantan Tapi Populer di Jawa Timur

Radar Digital • Senin, 5 Februari 2024 | 01:40 WIB
KREDIT FOTO : HILMI BASKORO/RADAR IJEN
KREDIT FOTO : HILMI BASKORO/RADAR IJEN

KOTAKULON, Radar Ijen – Musik sering kali menjadi alat untuk mencapai sesuatu. Entah propaganda, dakwah agama, atau sekadar menyampaikan pesan. Tak terkecuali seni hadrah banjari, salah satu seni yang menggunakan rebana, yang sering dimainkan untuk mengiringi pembacaan salawat.

Salah satu pemain Hadrah Banjari, Ainul Baihaqi, mengatakan, hadrah banjari cukup menggunakan dua jenis alat. Yakni rebana dan bass. Pada umumnya, rebana yang digunakan sama dengan hadrah lainnya. Hanya teknik mengetuknya yang berbeda.

Ainul mengatakan, Hadrah Banjari dimainkan cukup dengan empat rebana dan satu bass. Selain itu, juga ada lima pembaca salawat. “Istilahnya vokal, ya. Ada yang vokal utama dan backing vokal. Backing vokal terdiri atas beberapa tangga nada yang berbeda,” ungkapnya.

Pemain Hadrah Banjari lainnya Salman Farisi. Dia mengatakan, sering mengikuti lomba Hadrah Banjari. Menurutnya, paling banyak lomba diadakan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad. Namun, banyak juga di selain momen itu. “Lomba itu istilahnya Festival Banjari. Paling banyak memang di wilayah Jawa Timur,” ungkap pria asal Koncer Kidul tersebut.

Salman menyebutkan, Hadrah Banjari memang berkembang di Jawa Timur. Hanya ada sebagian kecil saja di Jawa Tengah dan Jawa Barat. “Di Kalimantan juga ada. Menurutnya, kemungkinan Hadrah Banjari berasal dari Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. “Di sana itu ada satu ulama yang terkenal dengan Hadrah Banjarinya. Namanya Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau biasa dikenal Abah Guru Sekumpul,” ungkapnya.

Sebenarnya terdapat beberapa jenis hadrah yang populer di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Yakni Hadrah Banjari, Hadrah Habsyi, Hadrah Manduri, Hadrah Kuntulan, dan beberapa jenis lainnya. “Tapi Hadrah Banjari ini sepertinya yang paling sederhana dari hadrah lainnya. Baik dari segi alat dan variasi ketukan dan pukulannya,” ungkap Salman. (mg1/dwi)

Editor : Radar Digital