KOTAKULON, Radar Ijen – Ada yang khas dan menarik di Alun-Alun Bondowoso. Monumen Gerbong Maut salah satunya.
Di sisi lain, ada kereta kuda atau dokar.
Bahkan, kereta kuda itu menjadi pengalaman baru bagi masyarakat hingga wisatawan untuk menikmati jantung kota Bondowoso.
Walau kereta kuda itu tampak indah, tapi ada hal yang perlu ditata.
Yaitu, kebersihannya. Sebab, setelah kereta kuda tidak ada, ada bau pesing di lokasi ngetem-nya kereta kuda itu. Tak jarang warga mengeluhkan kondisi itu.
Kenyamanan pengunjung alun-alun pun berkurang akibat bau tidak sedap tersebut.
Salah satu pengunjung Alun-Alun Bondowoso, Rohman Hidayat, mengatakan, bau pesing sudah tercium saat dia hendak memarkir sepeda motornya.
Yakni di parkiran alun-alun sisi barat.
“Baunya semakin terasa lagi kalau sudah dekat tempat parkir kereta kuda. Sebenarnya ini sangat mengganggu,” ungkap pria asal Curahdami tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso Agus Swardjito menjelaskan, kereta kuda di Alun-Alun Bondowoso itu sudah sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh Dishub. Yakni sebagai transportasi di objek wisata. “Kereta kuda itu sebagai sarana wisata seputar alun-alun,” ungkap Agus saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Bondowoso Aries Agung mengatakan, pihaknya akan mengomunikasikan hal itu kepada dinas terkait yang bertanggung jawab.
Yakni Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso.
“Nanti akan kami koordinasikan,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Aries tersebut menambahkan, nantinya dia akan meminta Disparbudpora agar tidak menambah jumlah armada kereta kuda lagi.
“Disparbudpora juga harus memberi teguran kepada pemilik kereta kuda supaya menjaga kebersihan. Karena yang repot tetap DLH,” pungkasnya. (mg1/c2/dwi)
Editor : Radar Digital