TRADISI Singo Ulung menjadi tradisi yang banyak dimainkan oleh berbagai kalangan. Berbagai kalangan mampu dan bisa memainkan tradisi asal Bondowoso itu. Sebab, Singo Ulung sangat berbeda dengan tradisi Jaranan yang selalu menampilkan adegan berbahaya.
Jika Pegiat tradisi Singo Ulung Sugeng menjelaskan, tradisi asal Bondowoso itu dijamin sangat aman dimainkan oleh siapapun. Bahkan anak-anak sekalipun. Karena Pemain Singo tidak menggunakan atraksi berbahaya. “Artinya tidak seperti jaranan yang makan beling, kesurupan, atraksi pecah genteng menggunakan kepala. Singo Ulung berbeda dari itu,” ungkapnya.
Sugeng mengungkapkan syarat untuk menjadi pemain Singo Ulung tidak terlalu rumit. Harus disiplin dalam latihan. Baik itu olah tubuh untuk membentuk tenaga yang kuat, keterampilan dalam bermain, tanggap atau tahu maksud gerakan yang dibutuhkan satu sama lain. Tujuannya agar menjadi gerakan yang kompak.
Di sisi lain, sejauh ini, sebenarnya para pemain Singo Ulung di bawah asuhan Sugeng sudah terlatih. Hanya saja jika hendak pentas, masih perlu melakukan latihan persiapan. “Biasanya latihannya minimal lima sampai tujuh kali. Karena di setiap pementasan biasanya ada pengembangan-pengembangan gerakan dan koreografi,” terang Sugeng.
Sugeng menambahkan, usia pemain Singo Ulung bervariasi. Mulai dari usia belasan, 20 an sampai 30 tahun. Terdapat pula yang sudah berkeluarga. Ada juga yang belum. “Ada yg usia 34, 25, 23 tahun dan ada yang masih sekolah SMA. Ada juga yang SMP,” ungkapnya.
Tarian Singo Ulung merupakan tarian tradisional yang menggunakan kostum mirip singa. Singo Ulung diiringi oleh tetabuhan. Gerakan ini diiringi lagu atau gending rancak kennong tello’. Pemeran macan bisa menyesuaikan dengan gerakan. “Singo Ulung ini memiliki kemiripan dengan kesenian yang ada di daerah Jember, yaitu Can-Macanan Kaddhu’,” ungkapnya.
Namun, perbedaannya terletak pada kostum singa yang digunakan. Can-Macanan Kaddhu’ memiliki warna yang beragam seperti putih, hitam, dan kuning. Sedangkan kostum pada Tarian Singo Ulung hanya berwarna putih. (mg1/qal)
Editor : Radar Digital