KEMBANG, Radar Ijen - Pj Sekda Bondowoso Haeriah Yuliati turut mengomentari perilaku ASN yang tersorot sibuk dengan ponselnya saat rapat berlangsung di Pendapa Bupati Bondowoso, Selasa (9/1) lalu. Tindakan tersebut dinilai kurang apik, mengingat pegawai tersebut seharusnya menjadi contoh yang baik.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak etis. Sebab, ASN dalam rapat formal harus fokus menyimak setiap kegiatan. Sebab, hasil rapat setiap organisasi perangkat daerah (OPD) harus dipertanggungjawabkan. "Tentu tindakan tersebut tidak etis, ya, mengingat ASN seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat," ucapnya.
Namun begitu, tidak ada regulasi, baik undang-undang ataupun perda, yang menyinggung ASN dilarang bermain HP saat rapat berlangsung. Namun, hal itu tentu tidak menjadi contoh yang baik untuk dilakukan. "Memang tidak ada larangan yang mengatur ASN bermain HP dalam rapat. Namun, juga tidak dibenarkan tindakan itu (bermain HP, Red)," ucapnya.
Forum Konsultasi Publik (FKP) yang membahas rencana kerja pemerintah (RKP) tidak diikuti oleh pejabat luar daerah. "Harus fokus lah dalam setiap rapat. Apalagi tugas audiens yang hadir kan memberikan masukan," ucapnya lagi.
Dirinya juga mengimbau kepada ASN Bondowoso untuk fokus dalam mengikuti kegiatan apa pun. Mengingat, pejabat yang ada di lingkungan Pemkab Bondowoso menjadi harapan besar bagi masyarakat. "Ke depan mudah-mudahan tidak ada lagi ASN yang bermain-main saat mengikuti rapat," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam rapat tersebut terdapat beberapa pembahasan yang menarik. Mulai dari angka kemiskinan ekstrem hingga tingkat pengangguran di Bondowoso. Hal itu mulai ditatar dan ditekan kembali agar tidak semakin tinggi. Sayangnya, saat pembahasan penting itu tengah dipaparkan, justru tampak banyak peserta, yang kebanyakan ASN, sibuk dengan gawainya. (faq/c2/dwi)
Editor : Radar Digital