MAESAN, Radar Ijen – Adanya rest area di jalan perbatasan sangat penting sebagai pemberhentian dan tempat istirahat bagi pengendara yang kelelahan. Namun, di perbatasan antara Bondowoso dengan Jember, tidak ada rest area. Jadi, pengendara banyak yang berhenti di pinggir jalan. Tak sedikit juga yang memanfaatkan lapak pedagang durian di Grujugan untuk istirahat.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso Agus Swardjito mengatakan, memang tidak ada rencana untuk membuat rest area di perbatasan antara Bondowoso dengan Jember. Ia juga mengaku tidak mengetahui pihak mana yang nantinya bertanggung jawab dalam pembuatan rest area.
Namun, dia berpendapat, hal itu mungkin saja dilakukan. Apalagi jika rest area digabung dengan kuliner atau tempat hiburan lainnya. “Sebenarnya itu bisa dikoordinasikan. Mungkin seperti yang ada di Probolinggo. Tapi, di Bondowoso ini belum pernah ada pembahasan seperti itu,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (2/1) lalu.
Di sisi lain, koordinasi pembangunan rest area mungkin saja dilakukan dengan pihak Perhutani, selaku pemilik lahan di sepanjang hutan jati antara Kecamatan Grujugan dengan Maesan tersebut. “Atau masyarakat berinisiatif kerja sama dengan Perhutani, mungkin bisa dibangun rest area untuk berjualan,” katanya.
Di luar hal itu, menurut Agus, tidak adanya rest area di perbatasan Bondowoso-Jember disebabkan jarak tempuh yang tidak terlalu panjang. Pengendara tidak merasakan lelah yang berarti. “Di Bondowoso tidak ada jalan yang panjang, 35 sampai 40 kilometer sudah keluar kabupaten. Tapi, untuk Desa Kloncing yang mau ke Ijen itu bisa ada rest area,” ungkapnya.
Agus juga menambahkan, salah satu masjid di Maesan memiliki lahan parkir yang cukup luas. Menurutnya, mungkin juga diperuntukkan sebagai rest area. Bahkan, dia menjelaskan, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso pernah mengajak kerja sama masjid-masjid di pinggir jalan raya.
“Itu untuk mengantisipasi jalur tol di Besuki. Mungkin arah lalu lintas dari Jember ke Maesan sampai Arak-Arak itu ramai. Makanya tempat seperti masjid bisa disiapkan untuk rest area dengan memberdayakan UMKM. Makanya, itu juga perlu dikoordinasikan lagi. Barangkali tempat-tempat ini bisa dijadikan untuk rest area untuk wilayah Bondowoso,” pungkasnya. (mg1/c2/dwi)
Editor : Radar Digital