Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ecoprint, Modal Daun dan Bunga Kain pun Kian Menawan

Radar Digital • Rabu, 27 Desember 2023 | 19:40 WIB
ALAMI: Sejumlah kain ecoprint produk BUMDes Jebung Kidul.
ALAMI: Sejumlah kain ecoprint produk BUMDes Jebung Kidul.

JEBUNG KIDUL, Radar Ijen – Pemanfaatan bahan alami sering kali digunakan untuk berbagai hal. Tak terkecuali pada kain. Seperti yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, Bondowoso. Yakni pembuatan ecoprint yang menggunakan bahan alami seperti bunga dan daun.

Pembuatan produk kain bermotif bernama ecoprint itu merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Jebung Kidul. Sebab, hal itu juga melibatkan masyarakat setempat dalam proses pembuatannya. Sehingga masyarakat dapat terbantu pada segi ekonomi.

Ketua tim ecoprint Desa Jebung Kidul, Haris Fadilah, mengatakan, dalam proses pembuatannya, kain ecoprint itu hanya memakan waktu dua hari. Namun, kadang juga lebih dari dua hari. Menurutnya, ada satu bagian proses yang membuat jangka waktu produksi bisa cepat atau tidak, yakni pengeringan. “Kalau pengeringan kan bergantung pada sinar matahari. Kalau sedang panas, ya, pasti cepat pengeringannya,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Haris tersebut mengatakan, tahap pertama pembuatan adalah dengan melarutkan kain dengan bahan-bahan khusus. Tujuan proses ini agar kain bisa ditempel daun ataupun bunga yang akan dijadikan motif nantinya. “Kalau tidak dimordan nanti tidak bisa menempel bunga atau daunnya. Warnanya juga sulit menempel,” ungkapnya.

Setelah itu, dilakukan pengapuran. Kemudian, kain dicuci dengan air bersih. Baru kemudian masuk pada proses penempelan motif menggunakan daun atau bunga secara manual sesuai desain. “Setelah itu, baru dikukus sekitar dua jam. Dibuka, diangin-anginkan. Terus kering, baru dicuci pakai pewangi. Jangan pakai deterjen,” ungkap Haris.

Bahan utama kain ecoprint adalah kain polos berwarna putih. Sementara, dalam pewarnaan dan motifnya menggunakan bahan alami berupa daun dan bunga. Segala macam daun dan bunga bisa digunakan untuk bahan pewarnaan dan motif. “Setiap tumbuhan itu bisa untuk pewarnaan. Ini yang disebut dengan ramah lingkungan,” terang Haris.

Untuk saat ini, pihaknya masih mengedarkan kain ecoprint di Kabupaten Bondowoso. Namun, dia berupaya akan mengirim ke luar Bondowoso. Sementara, harga yang dipatok kisaran Rp 150–250 ribu. “Bisa dibuat kaus, gamis, tunik. Untuk ini ada juga yang syal,” ujar Haris sambil menunjuk syal. (mg1/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#Batik #ecoprint