Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mitigasi Bencana, BPBD Bondowoso Keruk Pohon dan Tebang Pohon Keropos

Radar Digital • Rabu, 22 November 2023 | 22:40 WIB

 

NORMALISASI: Alat berat dikerahkan untuk mengambil endapan lumpur dan pasir di saluran irigasi Desa Pancoran.
NORMALISASI: Alat berat dikerahkan untuk mengambil endapan lumpur dan pasir di saluran irigasi Desa Pancoran.

DABASAH, Radar Ijen - Awal musim hujan di Bondowoso justru dibarengi dengan sejumlah bencana. Di antaranya, angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang. Bencana tersebut bukanlah hal yang baru. Namun, kerap terjadi, terutama saat musim hujan. Oleh sebab itu, perlu ada persiapan atau antisipasi dari pemerintah untuk mitigasi bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Mahfud Junaedi mengatakan, pihaknya telah melakukan asesmen untuk sejumlah titik rawan bencana di Bondowoso.  Antisipasi bencana juga tidak bisa ditangani sendirian, melainkan bersama-sama. Termasuk lintas instansi, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso.

"Kemudian, yang berkaitan dengan penyebab bencana, kami koordinasikan dengan dinas terkait. Misalnya pohon yang berpotensi tumbang,  karena umur sudah tua untuk segera dipotong. Bahkan saluran irigasi yang perlu dilakukan pengerukan untuk menampung volume air hujan yang tiba-tiba datang," katanya.

Dia juga menjelaskan, kerawanan bencana di Bondowoso meliputi pohon tumbang, banjir luapan sungai, dan angin puting beliung atau angin kencang. Peristiwa itu berpotensi terulang kembali pada musim hujan kali ini. "Karena secara keilmuan, hal itu dapat terulang kembali jika sebelumnya pernah terjadi bencana tersebut. Seperti Kecamatan Tamanan yang baru saja terjadi bencana angin kencang," jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menyarankan agar mulai menyiapkan mitigasi bencana. Seperti pemotongan pohon yang sudah berusia di atas 40 tahun. Kemudian, pembersihan saluran air agar tidak terjadi banjir karena luapan air. "Selain itu, di setiap desa kami melakukan koordinasi dengan para stakeholder di tingkat desa maupun kecamatan tentang potensi terjadinya bencana," tegasnya.

Terakhir, dia menyebut, beberapa perangkat daerah juga mempunyai andil untuk mencegah terjadinya bencana. Dia berharap asesmen titik rawan bencana juga segera ditindaklanjuti. (mun/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#tebang pohon #BPBD Bondowoso