BLINDUNGAN, Radar Ijen - Sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di Bondowoso mulai menjadi sasaran penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu dilakukan seusai kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Terdapat beberapa kantor instansi yang sudah digeledah. Yaitu Pendapa Bupati Bondowoso, Pemkab Bondowoso, Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK), bahkan rumah pribadi ASN juga tak luput dari pemeriksaan.
Pj Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto meminta kepada seluruh jajaran OPD Pemkab Bondowoso agar mendukung proses yang dilakukan oleh tim KPK. "Saya perintahkan semua kepala dinas di semua OPD untuk bekerja sama dengan baik. Mengikuti aturan, kooperatif," ujarnya.
Dia juga meminta jajarannya tak keberatan manakala KPK membawa berkas dari kantor OPD. Sebab, hal itu dilakukan demi kepentingan penyelidikan. "Kami harap jangan sampai ada yang keberatan. Kalau menghalang-halangi justru itu melanggar aturan," terangnya.
Dirinya meminta agar setiap ASN mengikuti setiap upaya-upaya yang dilakukan instansi antirasuah tersebut. Apa pun yang dilakukan oleh KPK menjadi salah satu bentuk penindakan adanya dugaan korupsi yang ada di Bondowoso.
Diberitakan sebelumnya, kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Tape, Bondowoso, pada Rabu (15/11), menggemparkan banyak orang. Lembaga tersebut membongkar dugaan persekongkolan jahat yang diduga dilakukan oleh penegak hukum, penyelenggara negara, termasuk rekanan proyek pembangunan atau pihak swasta. (faq/c2/dwi)
Editor : Radar Digital