SUKOREJO, Radar Ijen – Wisata yang berjarak 33 kilometer dari pusat kota Bondowoso ini patut dicoba. Akses jalannya yang mudah itu bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor atau mobil. Perjalanan menuju Kampung Kopi Kluncing juga tak lama, hanya butuh waktu sekitar 50 menit.
Sesampainya di Kampung Kopi Kluncing, wisatawan akan disambut asrinya lingkungan. Sebab, kawasan ini masuk di dataran tinggi dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tak heran jika menyeduh dan menikmati kopi di atas ketinggian ini memberikan pengalaman dan sensasi yang berbeda.
“Setelah berkeliling kebun kopi, pengunjung bisa melihat proses pengolahan kopi. Bisa juga mencoba membuatnya. Jadi bisa langsung diseduh dan diminum di sini,” ujar Pembina Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Suharsono.
Dia mengatakan, kualitas kopi di Desa Sukorejo memang sudah diakui dunia. Sebab, letak wisata edukasi ini berada dalam kawasan situs Ijen Geopark sekaligus UNESCO Global Geopark. Sehingga kualitas kopi khas Bondowoso itu dapat diketahui oleh beberapa negara di dunia. “Tidak hanya arabica saja. Tetapi jenis robusta di lereng Gunung Ijen ini juga sudah diakui kualitasnya,” katanya.
Suharsono menambahkan, di lahan kopi seluas delapan ribu hektare milik PTPN XII, pengelolaannya juga melibatkan masyarakat. “Kalau datang ke sini tepat musim panen, akan lebih seru. Karena bisa petik kopi ramai-ramai,” pungkasnya. (faq/kin)
Editor : Radar Digital