DABASAH, Radar Ijen – Potensi energi bersih dan terbarukan dari panas bumi ini kian nyata ada di Bondowoso. Sebab, PT Medco Cahaya Geothermal memprediksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen yang berada di sekitar Kawah Wurung tersebut beroperasi pada akhir 2024 nanti.
Senior Manager Eksternal Relation PT Medco Cahaya Geothermal, Ibnu Nurzaman menyampaikan, PLTP yang saat ini tengah digarap itu bisa menjadi solusi sumber energi. Bahkan, pemerintah mendorong pengembangan PLTP untuk mendukung kedaulatan energi nasional. Karena dampak lingkungan sangat kecil dan dapat diperbaharui. Apalagi listrik dari panas bumi itu menjadi energi bersih, tidak seperti energi dari fosil seperti batu bara. "Dengan memproduksi uap senyawa air dan memanfaatkan panas bumi untuk membangkitkan energi yang ramah lingkungan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca " imbuhnya.
Namun, senyawa air yang diproduksi bukan di area permukaan, melainkan senyawa air yang berada pada kedalaman lebih dari 500 meter. Terpisah oleh batuan penutup dengan air permukaan. “Sehingga, tidak mengganggu sirkulasi ketersediaan air di permukaan serta tidak menyebabkan penurunan permukaan tanah,” paparnya.
Selain itu, Ibnu juga menyebut, PLTP Blawan Ijen bakal menjadi proyek PLTP pertama di Jawa Timur. Apalagi, bila beroperasi PLTP tersebut bakal mendongkrak suplai listrik nasional, utamanya Jawa Bali. Sementara, dari sisi produksinya juga diprediksi bakal berlangsung lama, sebab senyawa air panas yang dipakai untuk menghasilkan energi itu dikembalikan lagi ke perut bumi.
Walau PLTP itu berada di Kecamatan Ijen yang banyak sejumlah destinasi unggulan di Bondowoso. Namun, Ibnu mengklaim PLTP relatif aman dari dampak lingkungan. “Aman berdampingan dengan aktivitas masyarakat dan pariwisata, seperti yang sudah berjalan di beberapa proyek PLTP lain," pungkasnya. (mun/dwi)
Editor : Radar Digital