RADARJEMBER.ID – Kota Bondowoso tak hanya dikenal dengan Kota Tape, namun juga dijuluki sebagai Kota Kopi dan Kota Megalitikum.
Tak hanya Kawah Ijen, Bondowoso juga memiliki banyak jejak sejarah. Seperti sejarah nasional, hingga sejarah di zaman megalitikum.
Tercatat sebanyak 1.400 peninggalan purba di zaman megalitikum tersebar di seluruh wilayah Bondowoso, khususnya di wilayah selatan dan barat.
Beberapa peninggalan prasejarah tersebut dipindahkan ke sebuah museum di Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) di desa Pekauman sebagai lokasi situs terbesar yang telah ditemukan.
Museum Megalitikum Pekauman berada di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.
Berikut beberapa daerah yang terdapat situs megalitikum di Bondowoso.
1. Kecamatan Grujugan: situs pekauman terbesar di Bondowoso. Terdapat sarkofagus, dolmen, arca, menhir, dan sebagainya.
2. Kecamatan Pujer: batu dolmen, batu dakon, batu kenong.
3. Kecamatan Tamanan: batu dolmen
4. Kecamatan Wonosari: batu dakon, batu dolmen.
5. Kecamatan Tapen: punden berundak, kubur bilik, tutup sarkofagus.
6. Kecamatan Klabang: stone chamber atau batu beruang dan kubur bilik batu.
7. Kecamatan Bondowoso: batu lesung, sarkofagus, dolmen.
8. Kecamatan Tlogosari: sarkofagus, batu kenong, situs petaonan, dolmen, batu gambar.
9. Kecamatan Cerme: sarkofagus, gua butha.
10. Kecamatan Curahdami: wadah sarkofagus, batu dakon, pandhusa.
11. Kecamatan Wringin: pandhusa, menhir, sarkofagus, batu kenong
12. Kecamatan Sumber Wringin: pandhusa, gua butha, dolmen, sarkofagus, batu gambar kuda, batu dakon.
13. Kecamatan Sukosari: kubur bilik, sarkofagus.
14. Kecamatan Taman Krocok: kubur bilik batu.
15. Kecamatan Binakal: sarkofagus, kubur bilik batu.
16. Kecamatan Tegalampel: batu kenong, lumpang batu, batu dakon.
Itulah beberapa daerah di Bondowoso yang memiliki jejak peninggalan megalitikum.
Saat ini pengawasan Situs Megalitikum berada di bawah pengawasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso. (mm2/bud)