KEMBANG, Radar Ijen - Mendekati Pemilu legislatif pada Februari 2024 nanti, selain mempersiapkan daftar calon tetap (DCT), KPU Bondowoso juga melakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap sejumlah panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa. Kemarin (3/10), satu personel PPS di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, dilakukan PAW lantaran mengundurkan diri. Mundurnya PPS tersebut menambah daftar PPS di Bondowoso yang mengundurkan diri sebelum pemilu. Sementara ini, total ada enam PPS yang telah di-PAW.
Sebelumnya, anggota PPS itu dijabat oleh Pricilia Albertine Damayanti. Seiring berjalannya waktu, dia harus dilakukan PAW karena mengundurkan diri. Lalu, diganti dengan Sifa Maulidia yang juga termasuk dalam enam besar proses rekrutmen PPS, beberapa waktu lalu. Proses PAW ini kesekian kali dilakukan oleh KPU lantaran anggota yang kerap mengundurkan diri.
Sebelumnya, proses PAW juga dilakukan di dua desa, di antaranya Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, yang sebelumnya dijabat oleh Muhammad Abdul Ghafururrahim. Kini dia diganti dengan Lely Karolina. Kedua, PPS asal Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, yang dijabat oleh Sumaidah, kini diganti dengan Muhammad Imron Rosidy. Pergantian itu diambil dari urutan enam besar pada saat seleksi PPS sebelumnya.
Ketua KPU Bondowoso Junaidi mengatakan, pihaknya perlu melakukan PAW terhadap sejumlah panitia pemilu yang berhalangan di tengah jalan. Hal itu demi menjaga kondusivitas pemilu pada 2024 mendatang. "Di tengah perjalanan, sebagian dari mereka ada yang mengundurkan diri. Jadi, itu penting bagi kami untuk segera melantik PAW, demi menjaga perjalanan pemilu nantinya," katanya.
Proses PAW terhadap PPS bukan hanya satu kali ini saja. Sebelumnya KPU juga telah mengganti personel PPS di desa lainnya. Yaitu Desa Randu Cangkring dan Desa Kejayan, Kecamatan Pujer, serta Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel. Proses PAW itu dilakukan lantaran tiga panitia itu juga mengundurkan diri. "Sebelumnya juga kami lakukan PAW pada dua desa di Kecamatan Pujer, karena panitianya juga mengundurkan diri," ungkapnya.
Selebihnya, dia berharap PPS dari proses PAW yang dilakukan oleh KPU itu bisa bertugas dengan maksimal. Apalagi, proses pemilu legislatif tinggal menghitung bulan, yakni pada Februari 2024. "Kami berharap mereka dapat bertugas dengan maksimal, karena tahapan pileg sudah berjalan," pungkasnya. (mun/c2/dwi)
Editor : Radar Digital