Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hanya Diarahkan Ikuti Tarkam, Sepak Bola Bondowoso Kalah Saing dengan Gobak Sodor 

Radar Digital • Senin, 18 September 2023 | 23:20 WIB
PERSOALAN sepak bola di Bondowoso ini kompleks. Bahkan, persoalannya terletak pada hal mendasar, yakni pola pikir dari setiap atlet sepak bola.
PERSOALAN sepak bola di Bondowoso ini kompleks. Bahkan, persoalannya terletak pada hal mendasar, yakni pola pikir dari setiap atlet sepak bola.

Kondisi sepak bola di Bondowoso saat ini cukup terpuruk. Salah satu buktinya, tim sepak bola Bondowoso, baik putra dan putri, tak bisa berbuat banyak di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.

PERSOALAN sepak bola di Bondowoso ini kompleks. Bahkan, persoalannya terletak pada hal mendasar, yakni pola pikir dari setiap atlet sepak bola. Mereka beranggapan bahwa profesi pemain sepak bola hanya untuk hiburan belaka. Tanpa ada jenjang karir yang jelas dan tidak ada korelasi dengan pendidikan atau pekerjaan.

Ketua Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Bondowoso Subangkit Adiputra menjelaskan, saat ini pihaknya fokus pada pembinaan atlet usia dini.  “Sesuai dengan arahan dari Asprov Jatim, kami fokuskan pembinaan usia dini, yaitu U-13 dan U-15," terangnya.

Sayangnya, pemain senior saat ini tidak begitu diperhatikan. Para pemain senior saat ini hanya diarahkan untuk mengikuti turnamen lokal atau yang biasa disebut tarkam. Hal itu tentu menurunkan semangat atlet untuk meniti karir di dunia sepak bola. "Untuk yang senior kami arahkan mengikuti kompetisi lokal. Seperti kemarin, kami sempat mengadakan open tournament yang digelar di Kecamatan Pujer," ujarnya.

Dirinya juga mengakui bahwa sepak bola di Bondowoso kalah tren dengan olahraga rekreasi gobak sodor. Hal itu sudah menjadi kebiasaan di masyarakat. Bahkan, pamor gobak sodor di Bondowoso sudah bertaraf nasional. "Memang masyarakat di Bondowoso lebih tertarik dengan gobak sodor daripada sepak bola," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Bahkan, pihaknya tidak bisa melarang jika ada pemain sepak bola yang beralih ke gobak sodor. Sebab, prestasi gobak sodor di Bondowoso sudah diakui secara nasional. Terbukti dengan prestasi pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2023, sukses meraih juara mewakili Jawa Timur.

Dirinya mengakui, terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh Askab PSSI Bondowoso. Salah satunya adalah minimnya anggaran yang diberikan oleh Pemkab Bondowoso. Terlihat dengan anggaran untuk Askab PSSI Bondowoso hanya sebesar Rp 132,5 juta. Oleh karena itu, untuk melakukan pembinaan terhadap pemain senior tidak memungkinkan. "Memang dari segi anggaran kami juga sangat minim," pungkasnya. (faq/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#Sepak Bola #Bondowoso