DABASAH, Radar Ijen - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Koncer 1 Kecamatan Tenggarang belum memenuhi standar sekolah inklusi. Terutama bagi siswa penyandang disabilitas. Pihak sekolah pun berharap ada bantuan fasilitas dari dinas terkait. Seperti tenaga pengajar khusus disabilitas dan alat-alat belajar lainnya.
Sesuai dengan anjuran dari pemerintah, setiap sekolah negeri tidak diperkenankan menolak siswa, termasuk disabilitas. Namun demikian, kondisi fasilitas pendukung pembelajaran itu perlu dilengkapi. Seperti tenaga pengajar serta sarana untuk belajar bagi penyandang disabilitas. Hal itu terjadi pada siswa disabilitas bernama Syaqila di SDN Koncer 1, yang sampai saat ini belum menikmati fasilitas belajar yang layak.
Kepala SDN Koncer 1 Lugas mengatakan, pihaknya telah mengajukan bantuan ke Korwil Jatim dan Dinas Pendidikan Bondowoso untuk memberikan fasilitas terhadap siswa disabilitas di sekolahnya. Namun, hingga sekarang belum ada kejelasan. "Setelah itu, kami juga meminta bantuan terhadap Korwil dan Dispendik untuk permohonan bantuan fasilitas. Seperti alat bantu belajar. Namun, sampai sekarang masih nunggu," katanya.
Lugas menceritakan bahwa siswa penyandang disabilitas itu mempunyai semangat tinggi untuk belajar. "Dari anaknya memang mempunyai keinginan untuk sekolah. Namun, keterbatasan biaya untuk membeli fasilitas sendiri, sehingga pihak guru meminta agar masuk di sekolah kami," ujarnya.
Dia berharap, bantuan itu bisa segera dialokasikan untuk siswanya tersebut. Terutama tenaga pengajar khusus. "Kami berharap segara ada bantuan untuk siswa kami, karena memang cukup membutuhkan. Sementara, anaknya cukup semangat setiap harinya," pungkasnya. (mun/c2/fid)
Editor : Radar Digital