PAKUWESI, Radar Ijen - Kesejukan Taman Beringin Asri di Desa Pakuwesi, Kecamatan Curahdami ini cukup memberikan rasa tenang bagi para pengunjungnya. Taman itu terbentuk secara alami, lengkap dengan kolam yang berasal dari sumber murni. Daya tarik lainnya adalah pohon beringin yang cukup tinggi, sehingga menambah suasana rindang saat bersantai di sana.
Baca Juga: Harus Sebanding dengan Fasilitas Wisata Bondowoso
Pohon beringin itu dapat dikatakan sebagai salah satu ikon taman tersebut. Menurut keyakinan warga, pohon itu telah berusia ratusan tahun hingga sekarang. Tidak jauh dari akar beringin itu, ada sumber air yang saat ini menjadi kolam. Konon, sumber itu menjadi tempat masyarakat untuk mandi cuci kakus (MCK). Sehingga saat ini telah menjadi kolam disertai taman yang indah, dengan pohon beringin yang tinggi.
Tidak heran jika banyak orang yang berkunjung ke Taman Beringin itu, meski hanya sekedar menghilangkan penat dan jenuh setelah bekerja penuh selama satu pekan. Mereka menikmati kesejukan taman yang dipenuhi bunga, tidak jarang pengunjung juga langsung mandi di kolam. Bahkan, mereka dapat menikmati semua bentukan alam disana dengan gratis. Sebab, tempat tersebut terbuka secara umum.
Selain itu, Taman Beringin Asri juga tidak memberikan batasan waktu bagi para pengunjung. Mereka diberi keleluasaan untuk menikmati tempat tersebut sepuasnya. Bahkan, sebagian orang juga datang bersama keluarganya. "Iya tamannya sejuk sekali, disana sudah ada tempat duduknya, terbuat dari batu. Jadi kayak alami semua," kata Dedy Agustian, seorang pengunjung dari Desa Wonosari.
Apalagi, saat ini Bondowoso tengah berada di musim kemarau dengan panas yang cukup tinggi. Tidak jarang para pelajar, orang pulang kerja yang mampir sejenak ke taman tersebut untuk berteduh dan menyegarkan otak. "Emang sekarang ini enaknya tempat-tempat kayak gini, apalagi siang hari mampir istirahat disini, rasanya sejuk sekali," ujarnya sambil mengarahkan jarinya ke taman. (mun/ham)
Editor : Radar Digital