Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sejarah Nasi Mamong Khas Bondowoso. Sudah Pernah Coba?

Radar Digital • Jumat, 25 Agustus 2023 | 21:50 WIB
Nasi Mamong merupakan khas Bondowoso proses pembuatannya membutuhkan waktu sehari semalam hingga siap dinikmati
Nasi Mamong merupakan khas Bondowoso proses pembuatannya membutuhkan waktu sehari semalam hingga siap dinikmati

RADARJEMBER.ID – Resep dasar Nasi Mamong berasal dari nasi gulung atau tabeg.

Mulanya, masyarakat Bondowoso memiliki satu kebiasaan untuk memasak makanan sebelum mereka bepergian jauh untuk dijadikan sebagai bekal.  Mereka memasak nasi panas yang diangin-anginkan lalu digulung menjadi berbentuk silinder dengan daun pisang dan diikat dengan tali bambu, dan terakhir dikukus.

Cara memasak tradisional ini terbukti. Dengan menyimpan makanan yang disebut nasi gulung atau tabeg, kecil kemungkinan nasi menjadi cepat basi. Inilah terciptanya “Nasi Mamong” yang menjadi makanan khas Bondowoso.

Nasi Mamong sebenarnya sama saja dengan Nasi Tabeg. Kedua proses pembuatannya dilakukan dengan cara yang serupa. Bedanya, bentuk Nasi Mamong kerucut  dengan tinggi sekitar 10 cm  dan menggunakan nasi gurih. Kata “Mamong” berasal dari Bahasa Madura yang artinya bingung.

Para penikmat nasi mamong akan merasa “mamong” karena proses pembuatannya yang membutuhkan waktu cukup selama sehari semalam, mulai dari memasak nasi sampai matang, nasi dianginkan, dibungkus, dan dikukus lagi agar tahan lama. Tak hanya itu, penikmat nasi mamong juga akan bingung karena sambal pendamping nasi ini sangat pedas.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, proses pembuatan nasi mamong cukup panjang. Diawali dengan membuat nasi gurih dengan campuran santan, daun salam, sereh, dan daun jeruk. Lalu diisi dengan berbagai isian seperti ayam, kemangi, teri, dan daun singkong yang ditumis, dan diakhiri dengan mengukus nasi mamong.

Daun singkong digunakan sebagai isian ternyata memiliki maksud tersendiri, fungsinya sebagai symbol hasil bumi dari Bondowoso.

Setelah proses panjang selama dua jam, jadilah Nasi mamong. Nasi mamong sebenarnya mirip dengan nasi bakar. Bedanya nasi mamong dikukus lalu dipanggang, sehingga teksturnya jadi lebih padat. Yag paling mencolok dari nasi khas Bondowoso ini adalah sambal pelengkapnya yang sangat pedas. Makanan ini cocok dinikmati oleh  para pecinta pedas. (mm2)

Sumber foto: radar jember

 

Editor : Radar Digital
#Kabupaten Bondowoso #kuliner khas