Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Santawi, Pimpinan Laskar Hizbullah dari Prajekan, Gerilya di Lanas, Buat Belanda Kepanasan

Radar Digital • Jumat, 18 Agustus 2023 | 22:40 WIB

 

 

Photo
Photo

Warga Bondowoso seharusnya kenal dengan nama Santawi. Apalagi, nama itu fenomenal setelah ditetapkan dalam Program Legislasi Daerah (Proglegda) Bondowoso menjadi nama jalan di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso. Alamat kantor penting di Bondowoso, seperti Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso, juga beralamat di Jalan Santawi.

HASIL dari penelitian yang dilakukan oleh Forum Pemerhati Sejarah Prajekan (FPSP), pahlawan tersebut pimpinan Laskar Hizbullah wilayah Prajekan pada tahun 1940-an. Dia berjuang di bawah komando Koesnadi yang saat itu menjadi pimpinan Laskar Hizbullah di Bondowoso dan namanya juga diabadikan sebagai rumah sakit daerah Bondowoso.

Ketua FPSP Fandi Shofan menyampaikan, nama Santawi bukan nama aslinya, melainkan nama anaknya. Sementara, nama dagingnya atau nama asli yaitu Sadrian. Hal itu berangkat dari tradisi Madura bahwa setiap panggilan seseorang diambil dari nama anak pertama. "Sampai saat ini, putra pertama dari pahlawan itu masih hidup, sekarang tinggal di Lumajang," katanya.

Di dalam sejarah perjuangannya, Santawi tewas di tangan Belanda setelah tertangkap saat proses gerilya yang berpusat di Desa Lanas, Kecamatan Botolinggo. Yakni pada tahun 1948 saat agresi militer Belanda. Dia dihukum mati oleh pemerintah Belanda dengan alasan telah melakukan pemberontakan. Padahal, waktu itu Indonesia telah merdeka. "Santawi dikenakan pasal berlapis karena terus memberontak terhadap kemauan Belanda. Lalu, dia dihukum mati oleh 10 orang penembak Belanda pada hari Jumat. Bahkan, saking kejamnya Belanda, Santawi diopinikan sebagai orang biasa yang telah merusak tatanan Belanda di Bondowoso," ungkapnya. (mun/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#Kabupaten Bondowoso #Pahlawan