WONOSARI, Radar Ijen - Menjelang HUT ke-78 RI masyarakat Bondowoso mulai menyambut dengan mengadakan karnaval. Sayangnya, masih ditemukan masyarakat yang suka menaiki truk bermuatan sound system. Pihak aparat penegak hukum (APH) mulai mengimbau agar masyarakat tidak melalukan tindakan tersebut.
Kasatlantas Polres Bondowoso AKP Zainul Imam menjelaskan, tindakan menaiki truk yang bermuatan sound bisa membahayakan keselamatan. Sebab, tindakan tersebut rawan terjatuh. "Jadi, truk itu ada sound system-nya dan mereka naik di atasnya. Itu membahayakan sekali dan rawan jatuh," ungkapnya.
Memang, memasuki bulan Agustus banyak agenda karnaval ditemui di desa maupun di kota. Hal itu sudah lumrah dilakukan oleh setiap masyarakat demi ikut memeriahkan HUT RI. Meski begitu, setiap kegiatan yang mengancam keselamatan juga tidak boleh dilakukan. Seperti menaiki truk bermuatan sound system.
Zainul melanjutkan, ke depan pihaknya akan melakukan penertiban kepada setiap masyarakat yang nekat melakukan tindakan tersebut. Sebab, jika masyarakat tidak diberikan pemahaman, maka ditakutkan akan menimbulkan korban jiwa. "Untuk itu, ke depan kami akan melakukan penertiban secara humanis kepada masyarakat," terangnya
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, saat ini masih sering ditemukan truk bermuatan sound system yang dinaiki oleh masyarakat. Seperti karnaval yang sempat digelar di Desa/Kecamatan Wonosari pada Minggu (13/8) kemarin.
Meski truk tersebut melaju pelan, namun tidak tertutup kemungkinan akan terjadi kecelakaan. Oleh sebab itu, dirinya menekankan kepada masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan dalam hal apa pun. "Karnaval boleh dilakukan, namun juga harus memikirkan keselamatan," pungkasnya. (faq/c2/dwi)
Editor : Radar Digital