Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Intip Keindahan Betoh Labeng di Bondowoso, Ini Keunikannya

Alvioniza • Minggu, 6 Agustus 2023 | 21:02 WIB
Watu Lawang atau Betoh Labeh situs pra sejarah zaman megalitikum di Desa Banyuputih Bondowoso.
Watu Lawang atau Betoh Labeh situs pra sejarah zaman megalitikum di Desa Banyuputih Bondowoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID– Mengenal sejarah di Bondowoso, rasanya kurang afdol jika tidak berkunjung ke Dusun Krajan, Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin.

Sebab, ada situs pra sejarah zaman megalitikum. Situs itu dikenal dengan sebutan watu lawang atau betoh labeng.

Bondowoso memang banyak situs batu megalitikum. Namun, betoh labeng menjadi batu yang paling besar.  Juru pelihara watu lawang, Abdul Wapi menjelaskan, selain dikenal dengan sebutan batu labeng juga disebut Batu Eppian.

Memiliki makna batu tempat penyepian atau lokasi untuk bersemedi. Batu Lawang memiliki panjang 7,2 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 7,5 meter. Lokasinya berada di ketinggian 492 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di tengah batu tersebut, terdapat celah berukuran belasan sentimeter. Disitulah letak keunikannya. Sebab, menurut Wapi, dari pada jaman dahulu, celah batu tersebut sebagai alat pengukur datangnya musim kemarau.

"Jadi kalau posisi matahari berada tepat diatas celah batu, maka itu pertanda musim kemarau akan datang. Petani akan mulai menanam padi," terangnya.

Menuju Batu Labeng, dari kota Bondowoso t memerlukan waktu kurang lebih 30 menit dengan jarak tempuh 19 kilometer.

Bagi pecinta peninggalan zaman megalitikum, jarak tersebut tidak menjadi penghalang.

Meski terlihat sederhana, namun watu lawang memiliki sejarah yang cukup unik.

Setiap hari, selalu ada saja pengunjung yang hadir untuk menikmati indahnya pemandangan yang ada di lokasi watu lawang. Mulai dari pelajar hingga komunitas sudah sering mendatangi lokasi tersebut.

"Mungkin karena lokasinya yang sejuk dan dekat dengan jalan utama Bondowoso – Besuki, sehingga banyak pengunjung yang betah," ucapnya. (faq/dwi)

Editor : Alvioniza
#peninggala sejarah #Bondowoso #cagar budaya