Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Wali Murid di Bondowoso Keluhkan Pungutan, Pihak SDN Dabasah 01 Mengelak Soal Sumbangan Paving

Radar Digital • Rabu, 5 Juli 2023 | 17:30 WIB

 

SEPI: SDN Dabasah 01 tidak ada aktivitas belajar mengajar, kemarin (3/7).
SEPI: SDN Dabasah 01 tidak ada aktivitas belajar mengajar, kemarin (3/7).

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID- Dugaan pungutan liar kini kembali merebak di sekolah Bondowoso. Kali ini, SDN Dabasah 01 diduga meminta sumbangan untuk pembelian paving dan tambahan jam pelajaran di luar jam sekolah.

Tindakan tersebut dikeluhkan oleh wali murid. Meski begitu, pihak sekolah menyangkal adanya tindakan pungli tersebut. 

Salah satu wali murid berinisial SY menjelaskan, dirinya merasa keberatan atas kebijakan sekolah yang meminta uang tambahan belajar di luar jam sekolah. "Kebetulan anak saya sekolah di situ," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

SY merasa keberatan dengan kebijakan pihak sekolah. Sebab, biaya tambahan belajar itu sifatnya wajib diikuti. Bahkan, dia sempat tidak mengizinkan anaknya ikut tambahan pelajaran tersebut, namun tetap dipaksa oleh pihak sekolah.

"Jadi, saya sempat mau mengizinkan anak saya untuk tidak ikut les karena tidak punya uang. Tapi, pihak sekolah memaksa dan dihitung utang," ungkapnya.

Hal itu diketahui setelah rapor kenaikan kelas. Pihak sekolah mengumumkan bahwa ada tanggungan sejumlah uang karena beberapa kali tidak membayar uang tambahan pelajaran.

"Jadi, setiap pertemuan itu harganya Rp 10 ribu. Saya dan beberapa wali murid merasa keberatan," terangnya.

Tak hanya itu, dia juga mengaku dimintai sumbangan untuk membeli paving. Setiap siswa dimintai sejumlah uang dengan nominal bervariasi. Mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. "Kami juga diminta sumbangan untuk membeli paving," bebernya.

Sementara itu, Kepala SDN Dabasah 01 Slamet Riyadi menjelaskan bahwa dulu sempat ada tambahan pelajaran di luar jam sekolah.

"Kalau les tidak ada, hanya tambahan jam pelajaran. Dan itu pun membayar seikhlasnya," ungkapnya saat ditemui di ruangannya, kemarin (3/7).

Dia mengaku sudah menindaklanjuti adanya les tambahan dengan meminta sumbangan seikhlasnya kepada siswa. Kejadian tersebut sudah berlangsung lama. "Dulu memang ada tambahan jam pelajaran. Kalau sekarang sudah tidak ada," ungkapnya.

Slamet juga membantah adanya sumbangan untuk membeli paving. Dia mengaku tidak pernah meminta sumbangan pembelian paving kepada wali murid.

"Itu tidak benar. Mana pavingnya juga, ini yang sudah lama," pungkasnya sembari menunjuk halaman sekolah. (faq/c2/fid)

 

 

Editor : Radar Digital
#SDN Dabasah 01 #Dugaan Pungli #Bondowoso