DABASAH, Radar Ijen – Sengitnya kompetisi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2023 membuat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bondowoso tidak memasang target muluk-muluk untuk meraih medali.
Cukup mencari pengalaman atlet. Apalagi cabor bulu tangkis tidak termasuk 14 cabor yang diberangkatkan KONI Bondowoso ke Porprov Jatim 2023 di Sidoarjo pada September nanti.
“Meski tidak diberangkatkan oleh KONI, para atlet bulu tangkis Bondowoso akan tetap dikirimkan ke Porprov VIII dengan biaya mandiri,” ucap Kukuh Rahardjo, Ketua PBSI Bondowoso.
Walau begitu, sebelum ke Porprov, atlet Bondowoso harus melewati Pra-Porprov terlebih dahulu.
Mengirimkan atlet bulu tangkis ke Porprov, kata dia, menjadi hal yang penting untuk pembinaan. Sebab, sebagai ajang untuk memberikan pengalaman bertanding serta melatih mental.
Oleh sebab itu, pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) enggan memasang target medali.
Sebelumnya, para atlet bulu tangkis asal Kota Tape sudah dipersiapkan untuk menghadapi ajang olahraga terbesar di Jatim tersebut. Baik melalui kejurkab maupun puslatkab.
Kukuh Rahardjo, Ketua PBSI Bondowoso, mengatakan, berdasarkan kemampuan para atlet saat ini, dia menyadari kemampuannya masih terbilang minim, bila dibandingkan dengan atlet dari kabupaten/kota lain, misalnya Jember dan Banyuwangi. “Kami hanya ada satu atlet saja yang mampu menembus level provinsi. Beryl itu sekarang sudah ikut provinsi,” katanya.
Dia menilai, para atlet memiliki kesempatan untuk menampilkan performa terbaiknya di Porprov VIII nanti. Meskipun Kukuh mengaku masih akan memilih terlebih dahulu siapa saja yang akan diberangkatkan. “Kalau target juara mungkin terlalu berlebihan. Tapi, kalau lolos empat atau delapan besar, itu jadi target kami,” tegasnya.
Karena sulitnya untuk membawa pulang medali Porprov, Kukuh menegaskan menjadikan ajang tersebut sebagai pengalaman bagi para atlet.
Serta dalam rangka menyiapkan atlet untuk masa depan, karena prestasi dalam olahraga satu ini tidak bisa didapatkan secara instan.
Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah semua nomor pertandingan diikuti. Materi pemain yang ada dinilai masih kurang mumpuni, namun pengalaman dibutuhkan.
Untuk membangun mental bertanding dalam kejuaraan lain nantinya. “Kami akan menggunakan biaya sendiri, agar para atlet bisa tampil di Porprov,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Safitri