Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Fauzen, Mantan ODGJ yang Berhasil Sembuh dan Meneruskan Hidup

Safitri • Senin, 12 Juni 2023 | 21:20 WIB
TERAMPIL: Fauzen ODGJ dari Wringin yang sembuh dan meneruskan hidup dengan berprofesi sebagai tukang cukur rambut.
TERAMPIL: Fauzen ODGJ dari Wringin yang sembuh dan meneruskan hidup dengan berprofesi sebagai tukang cukur rambut.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Tangan kanan Fauzen begitu lihai dalam mencukur rambut dengan bantuan alat pencukur rambut. Matanya juga memperhatikan dengan seksama setiap helai rambut yang terpotong. Walau serius memotong rambut, dia acap kali mengajak ngobrol pelanggannya. “Bagaimana, sudah cukup? Apa kurang pendek?” tanya Fauzen kepada pelanggannya.

BACA JUGA : Linkrafin Ajak Nyanyi dan Goyang Bersama Penonton Galeri Indonesia Kaya

Setiap hari, pelanggan yang datang tidak kurang dari 30 orang yang hendak potong rambut ke Fauzen. Saat ini, dia bisa dibilang pemuda yang sukses di desanya, karena berusaha sendiri. "Saya simpan sebagian penghasilan. Misalnya sehari dapat Rp 150 ribu, saya ambil Rp 50 ribu. Sisanya saya simpan. Terus begitu," bebernya.

Dari jerih payah tersebut, Fauzen telah membangun rumah sendiri, membuat toko kecil untuk orang tuanya, hingga membelikan saudaranya motor. "Alhamdulillah, semuanya dari potong rambut. Terus, kakak saya juga dibelikan motor," ungkapnya.

Walau terbilang sukses, Fauzen juga pernah mengalami masa kelabu. Sebelumnya, dia bukan pecandu obat-obatan ataupun miras dan lainnya. Namun, dia adalah mantan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Pada 2019 lalu, pikiran Fauzen tak karuan. Gangguan kejiwaan mulai muncul. Membuat perilakunya semakin meresahkan. Pihak keluarga memilih menyerahkan Fauzen ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan.

Sampai di rumah sakit, Fauzen masih hilang akal. Dia melakukan hal-hal selayaknya gila. Berlari-lari sambil telanjang. Berkata-kata tidak jelas, dan lainnya. Sampai akhirnya, dia harus tinggal di ruangan khusus ODGJ di rumah sakit bersama orang yang mengalami gangguan jiwa.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Fauzen menceritakan, pada saat di rumah sakit dia hanya teringat dengan kedua orang tuanya. “Ingatnya orang tua saja, tidak tahu mengapa,” ungkapnya.

Saat kejiwaan Fauzen mulai stabil, dia memilih untuk ibadah salat dan mengaji di rumah sakit. Tidak lupa berdoa untuk meminta ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat terhadap kedua orang tuanya. "Waktu di ruang Seroja rumah sakit, saya tambah rajin salat. Saya minta ampun ke Allah SWT, karena banyak dosa kepada orang tua,” tuturnya.

Tak lama setelah itu, oleh dokter, Fauzen diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Dia dinyatakan mulai ada perkembangan baik, namun harus rutin meminum obat saja. "Harus minum obat terus dan tidak boleh telat. Kalau telat, kena sanksi dari dokternya," imbuhnya.

Walau telah pulang ke rumah, kejiwaan Fauzen sempat kambuh lagi. Namun, pada 2022 kembali normal. Pada tahun tersebut, dia mulai melanjutkan usaha potong rambutnya yang sempat anjlok selama sakit. Siapa sangka, setelah itu, Fauzen mulai meningkatkan inovasi dan kebanjiran pelanggan setiap harinya. "Usaha potong rambut ini memang rintis sendiri. Alhamdulillah, setelah saya sembuh, akhirnya bisa melanjutkan usaha lagi," ucapnya. (c2/dwi) Editor : Safitri
#Bondowoso