BACA JUGA : Ingin Berikan Stigma Baik Anak Punk di Mata Masyarakat
Kepala Satpol PP Bondowoso Slamet Yantoko membenarkan peristiwa prank yang dilakukan oleh orang tak dikenal kepada Damkar Bondowoso. Awalnya, ada warga yang menghubungi damkar melalui sambungan telepon. Namun, saat di lokasi, yaitu di Kecamatan Cermee, tidak ada kejadian kebakaran.
Dikonfirmasi terkait akan mengambil langkah hukum, karena tindakan tersebut bisa masuk dalam tindak pidana, dia mengaku masih hanya akan melakukan imbauan. Agar laporan kebakaran ke damkar tidak dibuat mainan. “Kemarin pernah ada laporan melihat asap. Ternyata, setelah didatangi orang bakar jerami,” imbuhnya.
Melihat hal tersebut, Slamet juga menegaskan akan melakukan verifikasi lebih ketat terlebih dahulu. Dengan cara melakukan konfirmasi kepada masyarakat, kepolisian, maupun aparatur desa dan kecamatan untuk memastikan adanya kejadian kebakaran. “Informan yang kami punya akan lebih dimaksimalkan lagi,” ucapnya.
Proses pelaporan kebakaran dapat dilakukan dengan berbagai cara. Melalui nomor telepon yang disediakan, media sosial, dan lainnya. “Sekarang kalau jauh, saya perintahkan untuk dipastikan dulu. Baru berangkat,” tegasnya.
Selain itu, petugas damkar juga pernah di-prank oleh warga terkait adanya solar tumpah di wilayah Tamansari. Namun, setelah datang ke lokasi, hal tersebut tidak benar adanya. “Damkar memang siaga selama 24 jam, untuk melayani laporan atau kejadian yang membutuhkan tindakan segera,” pungkasnya. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri