Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ijen Geopark Resmi Jadi Anggota UGG, Transportasi Publik dan Jalan Jadi PR

Safitri • Sabtu, 27 Mei 2023 | 18:39 WIB
INDAH: Wisatawan menikmati pemandangan yang disajikan di Kawah Ijen. Saat ini Ijen Geopark resmi jadi anggota UGG.
INDAH: Wisatawan menikmati pemandangan yang disajikan di Kawah Ijen. Saat ini Ijen Geopark resmi jadi anggota UGG.
DABASAH, Radar Ijen - Setelah melewati berbagai tahapan panjang, akhirnya Ijen Geopark resmi menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG). Diresmikan melalui sidang UNESCO ke-216 di Paris, Rabu (24/5). Namun, yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Bondowoso adalah persoalan transportasi umum atau publik hingga jalan.

BACA JUGA : Waspadai Potensi Kekeringan, Fenomena El Nino Diprediksi dari Arah Timur

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso mengatakan, transportasi umum menuju Kawah Ijen yang menjadi destinasi wisata utama Ijen Geopark itu tidak ada. Sebelumnya, ungkap dia, pada 2020, terdapat angkutan khusus ke Kawah Ijen dari Kementerian Perhubungan, lewat Perum DAMRI dengan trayek Jember–Museum KAI Bondowoso–Kawah Ijen. Namun, setelah dihantam Covid-19, angkutan harus berhenti. Oleh sebab itu, setelah status UGG resmi didapatkan, direncanakan akan diaktifkan kembali. "Kami sudah minta kepada pemerintah pusat agar kembali diaktifkan angkutan itu," katanya.

Angkutan dari Kemenhub itu memang tidak bisa langsung menuju lokasi situs Ijen Geopark. Biasanya, akan ada angkutan lain yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata. Sementara, untuk angkutan umum, kata dia, masih ada angkutan desa (angdes) yang menuju Kecamatan Ijen.

Dia juga mengaku telah mengusulkan jalan ke arah Ijen menjadi milik provinsi. Sebab, menghubungkan dua kabupaten, yaitu Bondowoso dengan Banyuwangi. Namun, masih terkendala dengan kepemilikan tanah. Tapi, kendalanya ada sebagian wilayah jalan di bawah penguasaan PTPN, Perhutani, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). "Kecuali kebijakan pusat, itu bisa menjadi jalan provinsi," jelasnya.

Agus menuturkan, saat ini rambu lalu lintas dari Kecamatan Ijen menuju Paltuding, yaitu titik start pendakian ke Kawah Ijen, masih minim. Pihaknya mengaku sudah mengusulkan kepada Pemprov Jatim dan pusat untuk ditambah, khusus menuju kawasan Ijen Geopark. "Tapi kembali lagi, nanti itu disetujui apa tidak," ucapnya.

Tantri Raras Ayuningtyas, Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, mengatakan, untuk menyambut resminya menjadi anggota UGG, para pihak terkait harus bekerja sama demi meningkatkan sarana dan prasarana yang ada. Termasuk akses jalan dan transportasi umum menuju lokasi situs. Sebab, saat ini hal tersebut masih sangat minim, bahkan sejumlah ruas jalan masih rusak.

Setelah penetapan jadi UGG, jumlah wisatawan lokal dan mancanegara memang diharapkan akan lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Oleh sebab itu, dia mengaku sudah menyiapkan sejumlah paket geowisata. Khusus untuk sejumlah situs yang masuk dalam Ijen Geopark. Bahkan hal itu sudah mulai berjalan sebelum status pengajuan diterima dan diresmikan menjadi UGG.

Para wisatawan tidak hanya akan diajak untuk menikmati pemandangan atau berswafoto. Tapi, juga diberikan edukasi sejarah adanya situs di Ijen Geopark. Promosinya akan dilakukan di seluruh dunia. Hal itu diharapkan akan mengundang lebih banyak wisatawan untuk berkunjung.

Manfaat menjadi anggota UGG, tambah Tantri, salah satunya mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Sebab, hal tersebut bukan hanya melibatkan Pemkab Bondowoso dan Banyuwangi. Masyarakat juga harus ikut andil di dalamnya, baik melalui geoproduct maupun pengelola wisata. “Konservasi dan edukasinya juga harus tetap berjalan,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Bondowoso