Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Banyak Warga Masih Mandi di Sungai

Safitri • Kamis, 18 Mei 2023 | 20:14 WIB
HENDAK MANDI: Perempuan paruh baya terlihat akan mandi di sungai, Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang.
HENDAK MANDI: Perempuan paruh baya terlihat akan mandi di sungai, Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang.
KAJAR, Radar Ijen – Warga Bondowoso selama ini banyak yang beraktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di sungai. Bahkan, mereka sampai membangun tempat berteduh di pinggir sungai. Seperti yang dilakukan oleh warga Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang, sehari-hari. Padahal, air yang dipakai belum jelas.

BACA JUGA : Membanggakan! Pebulutangkis Asal Jember Raih Emas di SEA Games Kamboja

Aktivitas mereka pun mudah dilihat oleh setiap pengendara yang melintas di jalan. Sebab, lokasi sungai tepat berdekatan dengan jalan. Namun, mereka tetap melanjutkan beraktivitas MCK di sungai tersebut tanpa memperhatikan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso Agus Winarno mengatakan, pihaknya selalu menyosialisasikan PHBS. Salah satunya tidak mandi di sungai. "Kami ada kegiatan yang secara perlahan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Dan, di setiap kesempatan itu pasti kami sosialisasikan, bagaimana hidup yang bersih dan sehat itu. Termasuk tidak mandi di sungai," katanya.

Dia mengaku mengajari masyarakat PHBS melalui hal-hal yang sederhana. Mulai dari cuci tangan, tidak mandi di sungai, dan lainnya. Namun, budaya masyarakat di sejumlah desa itu cukup sulit diubah. Mereka tidak bisa menghilangkan kebiasaan mandi di sungai. "Ya, benar, budaya itu memang agak sulit diubah," imbuhnya.

Dia juga menjelaskan, kebiasaan tersebut telah melekat pada masyarakat. Dengan demikian, perubahan terhadap budaya hidup juga dilakukan dengan perlahan. "Sepertinya, kalau tidak mandi di sungai itu ada yang kurang bagi mereka. Jadi, harus perlahan mengubahnya," jelasnya.

Menurutnya, selain sosialisasi, perlu ada pendekatan khusus kepada masyarakat yang masih kerap mandi di sungai. Di antaranya, melalui sejumlah tokoh masyarakat setempat. "Selain sosialisasi, kami juga melakukan pendekatan ke mereka melalui para tokoh masyarakat untuk memberi imbauan kepada warga agar menjaga pola hidup bersih dan sehat," terangnya.

Berkaitan dengan itu, lanjut Agus, air sungai yang digunakan untuk aktivitas MCK juga belum diketahui kadarnya. Sehingga, potensi adanya penyakit juga besar. "Kami kan belum tahu, bagaimana airnya di sungai itu, yang pasti benih penyakitnya ada," pungkasnya. (mun/c2/nur) Editor : Safitri
#Bondowoso