BACA JUGA : Taati Kode Etik Media demi Keselamatan, Kerja Asal Comot Bisa Celaka
Ketua KONI Bondowoso Noer Sucahyono menegaskan akan tetap berpartisipasi dalam gelaran Porprov mendatang. Meski dengan anggaran yang sangat minim pada tahun ini. Namun, dia juga memastikan tidak semua cabor akan dikirim, seperti pada Porprov Jatim 2022. Hanya atlet yang berpotensi meraih medali yang diberangkatkan. Total ada delapan cabor. “Yang tidak berprestasi, ayo sadar bahwa untuk mencari medali di Porprov tidak mudah,” katanya.
Noer menyebut, delapan cabor yang meraih medali di Porprov Jatim VII 2022 kembali diturunkan dalam Porprov Jatim VIII 2023. Di antaranya tinju, panahan, taekwondo, tarung derajat, dance sport, woodball, tenis meja, serta berkuda.
Perlu diketahui, cabor berkuda pada edisi Porprov 2022 tidak dipertandingkan resmi. hanya laga ekshibisi. Sementara, pada Porprov 2023 akan dipertandingkan secara resmi. Bahkan, Bondowoso menjadi tuan rumah dalam babak prakualifikasi. “Mudah-mudahan bisa mempertahankan medali. Bahkan meningkatkan medali yang sudah diraih sebelumnya,” tuturnya.
Meski begitu, dia tetap optimistis untuk mencapai target yang sudah ditentukan. Yakni 8 medali emas, 6 perak, dan 17 medali perunggu. Salah satu peluang terbesar untuk meningkatkan capaian adalah dari cabor panahan. Melihat banyaknya atlet yang memiliki kemampuan mumpuni.
Perihal keterbatasan anggaran, Noer menjelaskan, memang dana hibah yang diberikan oleh pemkab jumlahnya turun. Tahun lalu, dana hibah mencapai Rp 2,5 miliar, sedangkan tahun ini Rp 1,5 miliar saja. “Dana hibah tersebut termasuk untuk biaya kesekretariatan dan biaya 30 cabor,” imbuhnya.
Mirisnya lagi, dana hibah tersebut belum dicairkan. Sementara, atlet di delapan cabor sudah mulai melakukan latihan. “Saya kasihan, sampai ada yang utang sana utang sini,” pungkasnya. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri