Kasi Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Bondowoso Yuliono Triandani menjelaskan, berdasarkan keterangan warga, pada saat kejadian korban sedang mencari rumput dan memetik kopi. Informasi itu dibuktikan dengan barang bawaan korban yang ditemukan oleh petugas. Ada tas yang digunakan sebagai tempat menyimpan makanan, serta untuk wadah biji kopi.
BACA JUGA: Balita Asal Tamanan Bondowoso Ditemukan Mengambang di Kolam Koi
Suami korban yang mengetahui istrinya tertimbun longsor, tidak langsung menyelamatkannya. Dia memilih meminta bantuan warga di desa setempat, sembari mengambil alat yang dibutuhkan. “Namun, ketika kembali lagi nyawa istrinya sudah tak dapat diselamatkan,” kata Yuli, sapaan dia.
Suami korban memilih mencari bantuan karena material longsor yang menimbun tubuh istrinya cukup tebal. Ini lantaran ketinggian tebing yang gogos itu mencapai 20 meter dengan lebar lima meter.
Pemerintah desa yang mengetahui peristiwa tersebut segera melapor ke BPBD. Setelah mendapat laporan BPBD segera melakukan asesmen, evakuasi dan penanganan lebih lanjut. Mengingat ada satu korban jiwa dan lokasinya juga berada di areal hutan. “Korban tertimbun longsor saat sedang istirahat. Di saat bersama terjadi longsor dengan ketinggian sekitar 20 meter,” ujarnya. (*)
Reporter: Ilham Wahyudi
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital