BACA JUGA : BNI Tokyo Kerja Sama Co-Branding Remittance Card dengan Garuda Indonesia
Berdasarkan data dari Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso, hingga Jumat (5/5) lalu jumlah kuota haji untuk Kota Tape mencapai 754 orang. Dengan perincian 594 orang di antaranya adalah CJH reguler dan 12 orang prioritas lansia. Sementara, untuk cadangan dan tambahan jamaah sebanyak 148 orang.
Kasi Pelaksana Haji dan Umrah (PHU) Kemendang Bondowoso Suharyono mengatakan, dari jumlah tersebut, ada sejumlah CJH yang belum melakukan pelunasan, sehingga keberangkatannya terancam tertunda pada tahun ini. Alasannya cukup beragam, di antaranya sakit, menunggu pasangan, hingga belum memiliki biaya.
Jika porsi kuota haji yang disediakan dan CJH tidak membayar, maka akan kembali ke provinsi. Biasanya, kata Suharyono, bagi yang menunda keberangkatan, akan diganti oleh CJH cadangan. Dengan catatan orang tersebut juga sudah melakukan pelunasan terlebih dahulu. “Keberangkatan menunggu masa pelunasan berakhir. Baru tahu jumlahnya untuk disusun kloternya,” paparnya.
Dari kuota 754 CJH tersebut, ternyata baru 605 orang saja yang sudah melakukan pelunasan. Baik yang masuk dalam kategori reguler maupun cadangan. Melihat hal itu, maka masa pelunasan terpaksa harus diperpanjang. Harapannya, dari kuota yang disediakan, semuanya dapat terisi dengan baik. “Masa pelunasan diperpanjang sampai dengan 12 Mei 2023,” imbuhnya.
Suharyono menuturkan, CJH Bondowoso akan masuk pada gelombang kedua, termasuk para lansia yang berumur 65 tahun ke atas. Jumlahnya mencapai 162 orang, dengan usia paling tua 93 tahun. Yakni Sumini, warga Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso. “Termuda umur 19 tahun, atas nama Fahmi Auliya asal Desa Pucang Anom, Kecamatan Jambesari Darus Sholah,” pungkasnya. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri