BACA JUGA : Semen Padang Percayakan Pengelola Program Pensiun Iuran Pasti ke DPLK BRI
Pada Porprov Jatim VII 2022 lalu, tim sepak bola putra Bondowoso tidak bisa lolos di babak prakualifikasi Porprov. Hal itu karena materi pemain yang dinilai masih kurang mumpuni. Berbeda dengan tim sepak bola putri yang berhasil meraih medali perak di pesta akbar se-Jatim tahun kemarin.
Subangkit Adiputra, Ketua Askab PSSI Bondowoso, mengatakan, seleksi untuk tim sepak bola putra Bondowoso dilakukan setelah Lebaran. Prosesnya pun diperkirakan akan berjalan cukup lama, karena memakai sistem tambal sulam. Sebab, untuk mencari komposisi pemain yang benar-benar ideal. Mulai dari penjaga gawang, barisan belakang, hingga penyerang. “Bagi performanya yang tidak berkembang, akan diganti oleh pemain dengan performa yang lebih baik,” ucapnya.
Dengan persiapan yang cukup singkat, pria yang akrab disapa Bangkit itu menegaskan, target di gelaran olahraga terbesar di Jatim ini adalah minimal bisa lolos di babak prakualifikasi. Sehingga bisa berkompetisi di Porprov untuk pertama kalinya.
Meski begitu, Bangkit mengungkapkan, anggaran yang digelontorkan oleh pemkab semakin menciut. Pada tahun ini, Askab PSSI Bondowoso diperkirakan mendapat anggaran sebanyak Rp 132,5 juta saja. Dana tersebut harus digunakan selama satu tahun. Bukan hanya untuk Porprov. Melainkan juga digunakan untuk pembinaan bagi tiga cabor berbeda, yakni tim futsal, serta sepak bola putra, dan putri. Anggaran juga akan dipakai untuk mengadakan kompetisi lokal usia dini, termasuk agenda-agenda wajib lainnya. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, maka perbedaan jumlahnya terbilang cukup jauh. “Tahun kemarin 2022 kami mendapat Rp 195 juta,” imbuhnya.
Pria yang juga anggota DPRD Bondowoso itu mengaku kebingungan terkait rencana alokasi anggaran tersebut. Ditambah hingga saat ini belum bisa dicairkan. Sementara persiapan sudah mulai dilakukan oleh tim sepak bola putri. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri