https://radarjember.jawapos.com/berita-bondowoso/02/04/2023/guest-house-jampit-tersembunyi-di-antara-perkebunan-bondowoso/
Tempat ini terbilang cukup indah dan klasik. Memiliki panorama taman bunga, arsitekturnya akan mengembalikan kita kepada romansa perkebunan di era kolonial Belanda. Sebab, Guest House Jampit dibangun 1927 silam.
Meski terbilang sudah cukup lama, bangunan dua lantai ini masih terkesan kokoh dan megah. Uniknya, tidak semua bagiannya terbuat dari tembok beton. Ada sejumlah bagian yang terbuat dari kayu.
Guest House Jampit didirikan di lahan kurang lebih dua hektar. Tempat ini awalnya digunakan sebagai tempat peristirahatan, bagi orang-orang Belanda dan keluarganya yang menggarap perkebunan. Setelah Belanda hengkang dari Indonesia pasca kemerdekaan, bangunan tersebut lantas diambil alih oleh PTPN XII. Kemudian sempat dijadikan rumah dinas sinder atau kepala bagian di afdeling setempat.
Guest House Jampit semakin instagramable dengan adanya taman bunga yang cukup luas. Bunga beraneka warna tumbuh subur, rumput juga senantiasa hijau karena selalu ada perawatan. Bahkan, taman bunga dengan latar belakang Guest House Jampit, kerap dijadikan berswafoto oleh wisatawan setelah berkunjung ke Kawah Wurung. Lokasi Guest House Jampit memang satu jalur dengan Kawah Wurung dengan jarak sekitar 2 Kilometer.
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bondowoso, Slamet Riyadi mengatakan, Guest House Jampit menjadi bangunan tua yang tetap eksis sampai saat ini. Dia mengakui, nama Guest House Jampit melambung sampai ke kanca nasional, karena pernah menjadi lokasi bulan madu almarhum Laksamana TNI (Purn) Muhammad Sudomo yang pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja pada periode 1983–1988. “Jadi dulu Jendral Sudomo bulan madunya di guest house,” ungkapnya. (ham/dwi) Editor : Maulana Ijal